Tim Patroli Pengawas Taman Nasional Dikeroyok Pembalak Liar

Tim Patroli Pengawas Taman Nasional Dikeroyok Pembalak Liar

- detikNews
Jumat, 04 Mei 2007 19:37 WIB
Pekanbaru - Nasib apes dialami 10 anggota Tim Patroli Pengawas Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Riau. Mereka yang bertugas mengawasi hutan malah dikeroyok massa dari pembalak liar. Ke 10 anggota tim pengawas TNTN babak belur. Mereka menjadi bulan-bulanan amuk massa yang selama ini mencuri hasil kayu itu. Atas kasus pengeroyokan ini, tim Patroli melaporkannya ke Polres Pelalawan di Pangkalan Kerinci, sekitar 80 km arah timur dari Pekanbaru."Anggota tim patroli pengawasan hutan ini, hari ini melaporkan kasus ini ke Polres Pelalawan. Kita sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan massa pembalak liar di taman nasional itu," kata Juru Bicara WWF Riau Syamsidar dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (4/5/2007) di Pekanbaru. Syamsidar menjelaskan, ke 10 anggota patroli ini merupakan bentukan dari 9 institusi, antara lain Pemkab Pelalawan, Balai Koservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Dinas Kehutanan Pelalawan, WWF dan sejumlah perusahaan bergerak bidang perkayuan di sekitar taman. Mereka bertugas melakukan pengawasan kawasan hutan dari aksi pembalakan liar serta penguasaan lahan secara ilegal. "Anehya tim kita itu kok malah jadi sasaran para pembalak liar," kata Syamsidar. Peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada Kamis (3/5/2007) sekitar pukul 17.00 WIB di Koridor Ukui, tepatnya di tengah kawasan taman nasional yang dijadikan konservasi gajah Sumatra. Saat pengeroyakan terjadi, tim ini sedang beristirahat untuk kembali ke basecamp mereka. Namun apesnya, ketika mereka beristirahat sembari membersihkan mobil patroli mereka, secara tiba-tiba didatangi sekitar 20 orang yang dikenal sebagai pelaku pembalak liar di kawasan taman. Salah satu dari mereka, lantas meneriakkan rekan-rekannya untuk segara memukul anggota tim patroli."Seketika itu juga, rupanya dari kawasan hutan muncul sekelompok massa pembalak liar lainnya. Diperkirakan lebih dari 150 orang secara membabi buta mengeroyok tim patroli," ujar Syamsidar. Melihat banyaknya massa dari pembalak liar, anggota tim patroli pengawasan hutan ini tidak berkutik. Mereka tidak dapat berbuat banyak untuk melakukan perlawanan. Akhirnya mereka menjadi bulan-bulanan massa pembalak liar. Saat terjadi pengeroyokan, 3 orang dari anggota tim patroli berhasil melarikan diri ke dalam hutan belantara. Dari kawasan hutan, mereka segara melaporkan kejadian ini ke Pemda Pelalawan lewat saluran telepon. Sedangkan 7 orang sempat disandera pihak pembalak liar. "Tidak tahu pasti di mana lokasi mereka disandera. Tapi informasi yang kami terima, sekitar pukul 21.00 tadi malam, mereka sudah dilepaskan," kata Syamsidar.Syamsidar menjelaskan, pengeroyakan ini masih terkait persoalan pelarangan perambahan hutan di kawasan taman nasional. Sekitar awal bulan Maret dan April, tim sudah pernah menemui pentolan pembalak liar di kawasan itu. Mereka diminta segara angkat kaki dari kawasan taman nasional. Waktu itu, para pembalak liar sudah sepakat untuk segara hengkang dari taman nasional. Ini malah dibuktikan dengan surat kesepakatan antara tim Patroli dengan para pembalak."Tapi rupanya pembalak bukannya angkat kaki dari kawasan taman nasional. Mereka tetap bertahan dan terus menjarah hasil hutan. Dan kini malah mereka melakukan pengeroyokan. Kami minta pihak kepolisian segara mengusut tuntas kasus ini," pinta Syamsidar. (cha/asy)


Berita Terkait