Golkar Hanya Bisa Menambah 1 Kursi Menteri
Jumat, 04 Mei 2007 16:06 WIB
Jakarta - Keinginan Partai Golkar untuk menempatkan banyak kadernya di posisi menteri tidak terkabulkan. Golkar hanya bisa menambah 1 kursi menteri. Satu kader Golkar yang masuk ke kabinet adalah Andi Matalatta. "Hanya nambah satu, Pak Andi Matalatta," kata salah seorang pengurus DPP Partai Golkar kepada detikcom, Jumat (4/5/2007). Menurut dia, JK juga telah melihat nama Andi Matalatta masuk dalam susunan menteri kabinet SBY yang baru.Namun, sumber itu mengaku belum mengetahui secara jelas di posisi menteri apa Andi Matalatta nanti. "Posisinya saya agak lupa, tapi dia sudah pasti. Sebenarnya ada dua kader, tapi yang satu lagi semakin tidak jelas," ungkap dia. Pengurus Golkar ini membantah Golkar menggelar rapat khusus sore ini di kantor DPP Partai Golkar untuk merespons reshuffle kabinet itu. Hanya saja, dia mengakui bahwa tambahan 1 menteri di kabinet baru ini memang sangat jauh dari yang diharapkan Golkar sebelumnya. Dengan tambahan 1 menteri ini, maka Golkar setidaknya memiliki 4 kader Golkar. Mereka adalah Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, dan Andi Matalatta. Hamid Awaludin yang merupakan orang dekat Kalla juga sepertinya masih dipertahankan, meski harus berganti posisi. Namun, Hamid tidak dihitung sebagai menteri dari Golkar.
(asy/nrl)











































