PM Israel Tak Berniat Mundur Meski Didemo Besar-besaran
Jumat, 04 Mei 2007 14:36 WIB
Yerusalem - Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Olmert bersikeras untuk terus mempertahankan jabatannya. Pemimpin negeri Yahudi itu mengaku tak punya niat untuk mundur. Padahal ratusan ribu pendemo telah menggelar aksi unjuk rasa menuntut pengunduran diri Olmert."Perdana Menteri tidak berniat mengundurkan diri, itu cuma spekulasi," kata juru bicara Olmert, Miri Eisin kepada kantor berita AFP, Jumat (4/5/2007)."Perdana Menteri mendengar dengan penuh perhatian semua yang terjadi dan sedang mencoba bereaksi dengan mengutamakan kepentingan negara Israel," imbuh juru bicara tersebut.Pada Kamis 3 Mei kemarin, antara 150 ribu hingga 200 ribu pendemo berkumpul di Lapangan Rabin, Tel Aviv. Mereka mendesak Olmert mundur sehubungan dengan laporan komisi pemerintah mengenai perang Libanon.Dalam laporan itu, Olmert diprotes atas kegagalan seriusnya menangani konflik dengan gerilyawan Hizbullah di Libanon pada tahun 2006 lalu.Ini merupakan aksi demo massal pertama yang menyerukan Olmert mundur sejak laporan pemerintah itu diterbitkan awal pekan ini. Posisi Olmert kian terpojok akibat laporan tersebut, serta serangkaian skandal korupsi yang menimpa pemerintahannya.Namun Olmert menolak untuk mundur. Alasannya, hal itu justru tak bertangung jawab. Dia bertekad akan memperbaiki kesalahan.
(ita/sss)











































