Status Kesehatan Menteri Jadi Patokan SBY Reshuffle Kabinet
Jumat, 04 Mei 2007 13:27 WIB
Bogor - Presiden SBY telah mengantongi laporan hasil pemeriksaan kesehatan menteri Kabinet Indonesia Bersatu pada Jumat (4/5/2007) pagi. Status kesehatan anak buahnya itu dijadikan pedoman SBY dalam mereshuffle."Saya membaca sekian menteri sakit tidak bisa bekerja dan karenanya harus diganti. Saya tegaskan saya taat kepada sistem," kata SBY usai salat Jumat di Masjid Al Istiqomah, Cikeas, Bogor, Jawa Barat.SBY pun telah meminta tim dokter kepresidenan memberikan tentang status kesehatan para menteri."Jadi, status kesehatan itu menjadi patokan. Laporan itu telah disampaikan kepada saya pagi tadi, dan hasil pemeriksaan itu layak dipercaya mengenai menteri bersangkutan, saya pedomani itu," ujarnya."Sepanjang hasil pemeriksaan kesehatan mengatakan menteri A, B masih dapat mengerjakan pekerjaan sebagai menteri, tidak boleh kita anggap beliau tidak mampu lagi secara fisik untuk bertugas," lanjut SBY.13 menteri yang digosipkan akan diganti karena sakit adalah Mendagri M Ma'ruf (jantung), Menhan Juwono Sudarsono (stroke), Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman (jantung), Menko Polhukam Widodo AS (jantung), Menneg BUMN Sugiharto (jantung), Menteri PU Djoko Kirmanto (jantung), Menneg LH Rachmat Witoelar (jantung), Menneg PAN Taufiq Effendi (jantung), dan Menag Maftuh Basyuni (jantung).Sedangkan beberapa menteri lainnya yang sakit karena stres dan beban kerja yang terlalu berat serta masalah lainnya, sumber tersebut menyebutkan nama Menhub Hatta Rajasa, Menkum HAM Hamid Awaludin, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.
(aan/sss)











































