Surat Permintaan Dana ke Altimo Beredar, KPPU Membantah
Jumat, 04 Mei 2007 10:41 WIB
Jakarta - Surat dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) kepada Altimo beredar. Isinya, KPPU minta perusahaan telekomunikasi asal Rusia, Altimo, memberi sumbangan untuk biaya perkara penyelidikan dugaan monopoli Temasek Holdings.Namun surat tersebut langsung dibantah mentah-mentah oleh anggota KPPU Syamsul Maarif."Itu fitnah besar. Kita baru pertama kali dapat hal semacam ini," tegasnya saat dihubungi detikFinance, Jumat (4/5/2007) pukul 10.00 WIB.Lebih lanjut Syamsul minta diberi tahu secara detail isi surat tersebut. Syamsul juga meminta salinan surat tersebut difax. "Kita harus baca surat itu. Ini kasus yang menarik," tegasnya.Dalam sebuah surat yang diterima detikFinance, tertulis perihal: Dana Bantuan Perkara. Surat tersebut bernomor 601/TPP-KPPU/IV/2007 tertanggal 3 April 2007 dan ditandatangani Nawir Messi, wakil ketua KPPU.Surat tersebut ditujukan kepada Soeharto, Chief of Representative Altimo Consulting Ltd, dengan alamat Wisma GKBI Lantai 40 Suite PH01A. Isi surat tersebut antara lain:"Sesuai dengan kesepakatan rapat antara Ketua KPPU, Direktur Penegakan Hukum, Tim Pemeriksa Perkara Nomor 07/KPPU-L/2007 dan perwakilan Altimo, dengan ini kami mohon bantuan dana untuk membiayai pemeriksaan perkara tersebut, karena dana yang disediakan dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja tidak pernah mencukupi".Syamsul juga membantah DIPA untuk KPPU belum turun. "Sudah kok, sekitar Rp 80 miliar untuk setahun lebih, itu pun sudah cukup, buat apa kita minta-minta," tegasnya. Namun dari pengamatan detikFinance, banyak kejanggalan dalam surat tersebut antara lain nomor surat yang pada bagian depannya dan tanggal surat yang ditulis tangan. Jika KPPU membantah, bisa jadi memang surat itu hanya dokumen palsu dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.Altimo yang merupakan anak usaha Alfa Group Rusia saat ini tengah menjadi perhatian karena dikabarkan akan membeli saham Indosat. Kabarnya, Altimo akan membeli 42 persen saham Indosat yang saat ini dimiliki oleh Singapore Technologies Telemedia. Altimo juga dikabarkan telah menyiapkan dana sekitar US$ 2 miliar untuk rencana tersebut.
(qom/asy)











































