Adang Ngeper Digertak Ibu-ibu
Jumat, 04 Mei 2007 09:04 WIB
Jakarta - Pilkada DKI baru akan digelar Agustus nanti, namun kampanye terselubung maupun kampanye hitam (black campaign) mulai bergulir. Adang Daradjatun, cagub DKI dari PKS, termasuk yang kenyang mendapat kampanye gelap.Ada saja cara untuk menjatuhkan kredibilitasnya, mulai dari pergerakan di dunia maya sampai yang terang-terangan dianggap menipu rakyat.Saat berkunjung ke detikcom, Kamis 3 Mei sore, Adang mengaku gerah dengan ulah-ulah tidak bertanggung jawab lawan politiknya."Yang di internet itu saya dengar, tapi ada juga kejadian-kejadian lain. Jelas saya tidak setuju cara-cara ini. Ini kan kesempatan menunjukkan demokrasi, bagaimana etikanya. Jakarta harus jadi contoh," ujar Adang.Adang menuturkan, namanya sering kali dicatut dalam kegiatan bagi-bagi sembako fiktif. Di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, suatu kali warga diberitahu akan ada pembagian sembako darinya. Padahal dia tidak pernah mengagendakan kegiatan itu. Sehingga ketika warga berkumpul di tempat yang ditentukan, mereka kecele. Pernah pula di suatu pagi, dua bus Metro Mini berisi ibu-ibu menyambangi rumahnya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Adang mengaku kaget, karena rombongan ibu-ibu itu datang setelah mendengar kabar dia akan membagi-bagi sembako di rumahnya."Saya jelasin itu tidak benar, tapi mereka tetep ngotot dan marah-marah, karena merasa sudah datang jauh-jauh dari Tanah Abang. Setelah dijelasin mereka bersedia pulang, tapi minta ongkos carter Metro Mini saya yang bayar, ya sudah saya bayarin," tutur Adang ambil tersenyum.Mengenai kampanye hitam di internet, Adang mengaku sudah mendengarnya, namun dia belum pernah melihat. "Ya black campaign silakan saja. Itu kan kembali ke sifat asal. Tapi sebaiknya jangan karena hal itu tidak baik," kata Adang.Adang mengaku hingga saat ini, dia dan tim suksesnya belum menempuh langkah khusus untuk menangkis serangan kampanye hitam itu.
(umi/nrl)











































