Cekcok dengan Suami, Istri Tewas Bakar Diri Bareng Anaknya
Jumat, 04 Mei 2007 08:43 WIB
Yogyakarta - Cekcok dengan suami berujung petaka. Itulah yang dilakukan Rupingah (30). Wanita beranak 2 ini nekat membakar dirinya bersama anak bungsunya, Hasbih Novid Akilah (1).Keduanya tewas dengan tubuh hangus terbakar. Ironisnya, Rupingah tewas dengan posisi tengah menyusui Hasbih. Jenazah keduanya ditemukan berada di tempat tidur dalam kondisi menempel satu sama lain. Sejatinya seorang anak lainnya, Ibnu Rizal (8), ikut terbakar, namun bocah ini mampu keluar dan menyelamatkan diri. Peristiwa bakar diri ini terjadi di Dusun Ngelo, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, sekitar pukul 04.30 WIB, Jumat (4/5/2007). Usut punya usut, diduga tindakan nekat Rupingah ini terjadi dipicu pertengkarannya dengan sang suami, Heri Susilo (34).Awal peristiwa ini diawali percekcokan antara Rupingah dan Heri Susilo pada Kamis (3/5/2007). Akibat pertengkaran yang cukup hebat itu, Heri memutuskan pulang ke rumah orang tuanya yang berada tidak jauh dari rumahnya.Namun tak lama berselang istrinya menyusul. Sebenarnya, oleh ayah Heri pertengkaran ini dapat didamaikan. Kemudian Rupingah pun pulang ke rumah, tapi ketika Heri menyusul pulang, rumah sudah berada dalam keadaan terkunci dari dalam. Heri lalu memutuskan pulang ke rumah orang tuanya lagi. Sekitar pukul 04.00 WIB, Rupingah pergi membeli sebotol bensin di warung Kirman yang tidak jauh dari rumahnya. Dan sekitar 30 menit kemudian tiba-tiba Ibnu Rizal, anak pertama pasangan Rubingah-Heru, berteriak minta tolong kepada tetangganya dengan kondisi yang sudah mengalami luka bakar. Ceceran darah pun terlihat di teras rumah. Warga segera menolong Rizal dan membawanya ke RS Panti Nugroho Pakem. Warga lainnya masuk rumah dan menemukan Rubingah dan anak bungsunya dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.Menurut Kapolsek Ngaglik AKP Suradiono, Rubingah dan anaknya ditemukan di dalam kamar dan berada di atas tempat tidur. "Korban dalam berada dalam posisi menyusui," kata Suradiono kepada wartawan di lokasi.Kini rumah itu telah dilingkari garis polisi berwarna kuning. Sedang petugas Puskesmas Ngaglik berupaya memisahkan kedua jenazah yang menderita luka bakar dan dempet. Sementara itu ratusan warga menyaksikan peristiwa ini. Mereka berkerumun di sekitar TKP.
(ndr/nrl)











































