Kematian Bocah Umur 2 Tahun di Depok Berbuah Misteri
Jumat, 04 Mei 2007 07:25 WIB
Depok - Kematian Akila Evelynne Ardelia (2) pada Sabtu 14 April 2007 lalu ternyata masih menyimpan misteri. Belum jelas benar apakah tewasnya balita bertubuh montok dengan berat di atas rata-rata itu memang karena sakit, atau ada upaya pembunuhan. Kematian Akila yang misterius itu kontan saja menjadi bahan perbincangan para tetangga keluarga korban di Perumahan Atsiri Permai, Departemen Pertanian, Citayam, Depok, Jawa Barat. Bahkan, perbincangan mengenai kematian Akila itu masih ramai hingga Jumat (4/5/2007). "Waktu Jumat, 13 April 2007 lalu, anak itu masih lari-lari, main dengan anak kecil yang lain. Eh kok sehari kemudian meninggal," kata Mbah Sul, salah seorang tetangga keluarga korban saat ditemui detikcom di lapangan Sepakbola Komplek Atsiri, Kamis (3/5/2007) kemarin.Pada Jumat sore itu, Akila memang tengah diasuh dan digendong neneknya. "Saya dengar dia (Akila-Red) baru datang dari Subang (Jawa Barat). Dengar-dengar mau liburan ke sini (Depok)," ujar tetangga yang lain, sebut saja Susan.Namun hanya berselang 1 hari, kabar duka pun tersiar. Bendera kuning dan tenda biru tiba-tiba terpancang di depan rumah almarhum di Jl Sedap Malam nomor 45, Komplek Atsiri Permai.Sabtu (14/4/2007) sekitar pukul 16.00 WIB, balita berumur dua tahun itu telah terbujur kaku berbalut kain kafan. "Sebelumnya keluarga dan kerabatnya sempat ribut-ribut mencari kendaraan. Mereka mau membawa bocah itu ke rumah sakit. Keluarga menyatakan Akila meninggal karena sakit," ujar Susan.Susan seakan tidak percaya dengan kejadian yang menimpa balita lucu itu. Susan lantas berkisah mengenai rentetan kejadian menjelang kematian Akila. Menurut dia, sejak lahir Akila memang diasuh neneknya. Kemudian sekitar 6 bulan yang lalu, anak itu dibawa neneknya pindah ke Subang. "Enggak tahu kenapa, padahal ibunya masih tinggal di sini," tegas Susan.Tidak lama kemudian, kakak kandung Akila yang bernama Mefa (8) pun menyusul berangkat ke Subang. Menurut pihak sekolah, murid kelas 2A ini pindah pada Desember 2006. Namun yang agak aneh, sejak bulan Oktober 2006 lalu, sebenarnya Mefa sudah tidak bersekolah di sekolah itu. Dalam keterangannya kepada pihak sekolah, keluarga beralasan Mefa pindah ke Subang mengikuti keluarga. Sebelumnya kakak beradik ini memang bertempat tinggal di komplek perumahan itu bersama orang tua mereka, Rahmat dan Dewi. Namun pada Desember 2005, Rahmat meninggal dunia di RSPP.Dia meninggal karena sakit, meski ada rumor lain mengenai penyebab kematian pria yang semasa hidupnya menjadi manager engineering di Lippo Karawaci itu. Sedang Dewi diketahui memiliki toko pakaian di sebuah mal di Depok.Susan menjelaskan, pada Jumat 13 April 2007, Akila memang baru datang dari Subang diantar neneknya. Sore hari nenek dan cucu itu terlihat bermain di seputaran komplek. Namun di komples ini, Akila dan neneknya tinggal di sebuah rumah bibinya, yang tidak jauh dari rumah Dewi. Rumah bibi Akila di Jl Widuri, hanya berjarak 20 meter dari rumah Dewi. "Pas malamnya, saya dengar Akila rewel. Nenek dan bibinya sudah kecapekan menjaga bocah itu. Akhirnya, pada malam itu Akila dikirimkan ke ibunya, di rumah bernomor 45 di Jl. Sedap Malam," ujar Susan. "Entah ada kejadian apa, mungkin Akila rewel terus. Tiba-tiba pagi-paginya keluarga itu ribut minta dicarikan mobil, padahal mereka ada mobil Honda Jazz," imbuh Susan.Mobil milik H. Iwan, seorang tetangga pun akhirnya dipakai membawa Akila ke RS Citama. "Waktu itu H. Iwan sempat bilang, anak ini sudah nggak ada nafasnya, tapi keluarga itu tetap ngotot Akila dibawa ke rumah sakit, padahal di dekat sini ada poliklinik," urai Susan.
(ndr/asy)











































