PKB: SK Sarwono Bisa Saja Dicabut Bila Rano Ditolak

PKB: SK Sarwono Bisa Saja Dicabut Bila Rano Ditolak

- detikNews
Kamis, 03 Mei 2007 23:16 WIB
Jakarta - Poros Solusi yang coba dibangun PAN dan PKB semakin tidak jelas. Tarik ulur kepentingan politik dua parpol itu semakin mempersulit Poros Solusi terwujud. Setelah PKB mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pencalonan Sarwono Kusumaatmadja sebagai cagub DKI, disusul keputusan PAN menduetkan Sarwono dengan Jeffrie Geovannie sebagai pasangan cagub-cawagub DKI, manuver politik partai berlambang sembilan bintang itu malah makin membingungkan.Tidak hanya belum memberi lampu hijau terhadap tawaran PAN yang mengusung Jeffrie sebagai cawagub. Bahkan, belakangan kabarnya PKB 'ngotot' menduetkan Sarwono dengan Rano Karno. Lebih dari itu, jika tidak tercapai kesepakatan dengan PAN, PKB pun bersedia mencabut SK Sarwono dan menggantinya dengan calon lain asalkan Rano tetap dipasang sebagai cawagub."SK Sarwono masih memungkinkan untuk dicabut. Dan PKB mendukung calon lain," ujar Ketua Bappilu DPW PKB, Andi Subiyakto saat dihubungi wartawan, Kamis (3/5/2007).SK Sarwono terancam ditarik kembali, menurut Andi, bila Sarwono masih belum bisa menggenapi target 15 persen suara yang diperlukan PKB hingga pada 23 Mei mendatang. "PKB bisa saja akan menentukan pilihan lain dan akan memilih figur yang lain," ungkapnya. Figur lain yang dimaksud, lanjut Andi, adalah pasangan Agum Gumelar dan Rano Karno. Sebab, melihat wacana yang berkembang di masyarakat dan berbagai survei, Andi menuturkan duet pasangan Agum-Rano bisa dipertimbangkan kembali oleh PKB jika pasangan tersebut mampu memperoleh dukungan suara 15 persen."Agum dan Rano masih memungkinkan di PKB, apalagi jika keduanya bisa memperoleh 15 persen suara. Itu bisa jadi pertimbangan bagi PKB. Otomatis dengan begitu Sarwono hilang," kata Andi.Andi juga mengatakan, hasil rapat pleno DPP pada Selasa (1/5/2007) kemarin PKB memutuskan untuk tidak tergesa-gesa memutuskan pasangan calon. PKB, menurut dia, masih mengikuti perkembangan politik."Belum adanya keputusan final, karena sampai saat ini PKB tunggu perkembangan politik. Kecuali sudah ada pendaftaran ke KPUD maka kita akan menentukan langkah lain," ujar Andi. Andi juga mengatakan, jika koalisi yang coba dibangun PKB dengan PAN dan parpol-parpol lainnya sebenarnya belum terbentuk. Alasannya, belum tercapai kesepakatan di antara parpol-parpol tersebut. "Sampai sekarang koalisi sebenarnya belum terbentuk. Bisa dipahami, apalagi PKB terus melihat aspirasi dari kader- kader PKB dan partai-partai lain," ujar dia. Partai yang digawangi oleh Gus Dur itu rencananya akan menentukan sikap pada 23 Mei 2007 mendatang.Sementara itu, PAN memperpanjang batas akhir bagi Sarwono untuk dapat menggenapkan dukungan menjadi 15 persen. Meski sebelumnya, partai berlambang Matahari tersebut telah memberikan deadline bagi Sarwono untuk menggenapi 15 persen dukungan suara hingga akhir April lalu. Namun sayang, hingga batas waktu tersebut, Sarwono belum bisa menggenapi 15 persen suara. (rmd/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads