Akpol Diusulkan Dibubarkan Lantaran Mirip IPDN

Akpol Diusulkan Dibubarkan Lantaran Mirip IPDN

- detikNews
Kamis, 03 Mei 2007 16:08 WIB
Semarang - Sisi negatif Akpol mirip IPDN. Seorang taruna Hendra Saputra (22) mengaku dianiaya dan terus ditekan secara fisik dan psikis. Dia pun menuntut Akpol dibubarkan saja.Kuasa hukum Hendra, Syafrie Noor, menyatakan penganiyaan yang berakibat pada mundurnya Hendra dari Akpol menunjukkan ada masalah serius di kampuspencetak pejabat kepolisian itu. "Kami sudah kirim surat ke Presiden dan Kapolri agar menutup Akpol dan menggantinya dengan PTIK saja," kata Syafrie yang didampingi kuasa hukum lainnya, Alamsyah Hanifiah, orang tua Hendra dan Hendra sendiri di HotelGrand Candi Semarang, Jalan Sisingamangaraja, Kamis (3/5/2007). Syafrie mengatakan, pada saat Hendra dianiaya, Gubernur Akpol Irjen Primanto menurunkan pangkat ke-5 pelaku. Namun di Pengadilan Negeri Semarang, ke-5pelaku justru divonis bebas. Hal itu dinilai sangat kontradiktif.Sementara ayah Hendra, Mularis menyatakan, anaknya keluar dari Akpol karena tidak ada jaminan keselamatan di kampus. "Bahkan saat sidang berlangsung, anak saya masih mengalami penganiayaan di kampus maupun di luar kampus," katanya.Hendra mengaku dianiaya lima senior pada 26 Maret 2006 silam. Pada saat itu, ia dibawa lima seniornya ke asrama dan dianiaya hingga gegar otak. Hendra sempatdirawat di klinik Akpol sebelum akhirnya dibawa ke RS Elisabeth Semarang akhir April 2006.Dalam sidang di Pengadilan Negeri Semarang Kamis (26/3/2007) lalu, lima senior yakni, Afrito Marbaro, Satria Dwi Dharma, Aditya Oktorio Putra, Septa Firmansyah, dan Herly Purnama, divonis bebas karena dinilai tidak terbukti menganiaya Hendra.Atas putusan ini, pihak Hendra kecewa. Mereka minta jaksa mengajukan kasasi. Hendra akhirnya mundur dari Akpol karena tidak tahan dengan tekanan fisik danpsikis dari instruktur maupun taruna yang dulu pernah menganiayanya. (try/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait