Pendemo Gubernur Jatim Dibubarkan, 4 Orang Luka
Kamis, 03 Mei 2007 15:44 WIB
Surabaya - Sekitar 30 mahasiswa dari Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Rakyat Jatim (Ampera) yang berunjuk rasa di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan Surabaya tercerai berai setelah dibubarkan polisi, Kamis (3/5/2007) . Aksi yang menuntut Gubernur Jatim bertindak tegas kepada calon gubernur dan wakilnya yang menggunakan fasilitas negara ini dibubarkan oleh anggota Polresta Surabaya Utara dengan alasan tidak ada pemberitahuan pada pukul 11.00 WIB. Akibat pembubaran paksa ini, 4 demonstran terluka. Sejumlah atribut demo, termasi megaphone juga rusk. Koordinator aksi, Dipo, mengatakan, pihaknya menyesalkan langkah polisi yang sewenang-wenang. Karena timbul korban, para pendemo yang mengalami luka ini mengadukan nasibnya ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya. "Sebelum demo, kita sudah meminta izin akan melakukan aksi. Tapi entah kenapa, setelah berorasi selama 20 menit beberapa polisi membubarkan kami dengan memukul dan menendang," kata Dipo ketika ditemui di LBH Jl Kidal, Surabaya. Menurut Dipo, akibat pembubaran tersebut, empat orang rekannya telah menjalani visum di Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya. Di antara empat korban luka itu, Upik mengalami sesak nafas setelah perutnya terkena pukulan dari oknum polisi. Sedangkan Salim, Zainul Arifin dan Umam mengalami memar dan lecet pada punggung dan kaki sebelah kiri. Anggota LBH Surabaya Hosnan mengutuk pembubaran yang diikuti dengan kekerasan tersebut. "Tindakan kekerasan ini menandai masih kuatnya aksi praktik premanisme dan liar dalam tubuh kepolisian," kata dia.
(gik/asy)











































