Pram: Reshuffle Jangan Lantaran Ada Menteri yang Jantungan
Kamis, 03 Mei 2007 13:28 WIB
Jakarta - Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu tepar saat menjalankan tugasnya. Menteri-menteri yang menderita penyakit ini pernah dikabarkan jadi sasaran reshuffle."Kalau presiden ingin reshuffle jangan karena ada menteri yang sakit jantung," cetus Sekjen DPP PDIP Pramono Anung di sela-sela seminar bertajuk 'Amandemen Konstitusi: Untuk Kepentingan Siapa?' di Hotel Santika, Jl KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (3/5/2007).Pramono menambahkan, reshuffle yang rencananya akan diumumkan awal Mei ini juga hendaknya tidak hanya dilakukan karena ada menteri yang bermasalah. Juga bukan karena akomodasi politik parpol pendukung."Tetapi dilakukan untuk perbaikan kinerja, bukan lagi persoalan tarik-menarik antara parpol pendukung," imbuh pria berkacamata ini.Meski demikian, pria yang akrab disapa Pram ini mengatakan, PDIP tidak akan mengajukan nama untuk mengisi pos-pos menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu. "PDIP tidak punya preference dalam soal reshuffle. PDIP tidak akan ada yang jadi menteri. Kalau mau, sudah sejak awal kita ajukan," cetusnya.Alumnus ITB ini mengendus rencana reshuffle adalah upaya memperkuat posisi politik SBY-JK dalam Pilpres 2009 mendatang."Oh sudah pasti reshuffle ini untuk mengamankan Pilpres 2009. Indikasinya, presiden kan baru satu periode, wapres juga baru satu periode. Jadi saya kira alamiah orang yang pernah jadi presiden ingin jadi presiden lagi," tukas Pram.
(nvt/sss)











































