Dipicu Asap Rokok, Penderita Bengek Bertambah 180 Ribu/Tahun

Dipicu Asap Rokok, Penderita Bengek Bertambah 180 Ribu/Tahun

- detikNews
Kamis, 03 Mei 2007 13:26 WIB
Jakarta - Data WHO menunjukkan ada 100-150 juta penyandang asma di dunia. Jumlah penderita terus bertambah 180 ribu orang setiap tahunnya. Selain debu dan polusi, pemicu tertinggi asma alias bengek adalah asap rokok.Di Indonesia, prevelensi asma belum diketahui secara pasti. Namun diperkirakan 2-5 persen penduduk Indonesia atau 11 juta orang menderita asma.Pada anak-anak, penderita asma anak laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Sedangkan pada usia dewasa terjadi sebaliknya. Angka kejadian asma pada anak dan bayi lebih tinggi dari pada dewasa.Hasil penelitian penderita asma di beberapa sekolah di Indonesia menunjukkan prevalensi asma pada anak SD usia 6-12 tahun berkisar antara 3,7 persen hingga 6,4 persen."Rata-rata kejadiannya 10 persen berarti 1 dari 10 anak SD di Indonesia kena bengek," kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan (P2PL) I Nyoman Kandun.Hal ini disampaikan Kandun dalam jumpa pers di Departemen Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/5/2007).Kandun menjelaskan, asma dapat dipicu oleh debu-debu yang melekat pada sprei, kasur, karpet, buku dan koran bekas. Selain itu, asma juga dipicu oleh debu dan polusi.Menurutnya, perlu dilakukan penyuluhan untuk mencegah penyakit asma.RokokPembina Yayasan Asma Indonesia (YAI) Prof DR Hadiarto Mangunnegoro menambahkan asap rokok merupakan pemicu tertinggi penyakit asma dibandingkan dengan debu."Ibu hamil yang merokok kemungkinan memiliki anak penderita asma lebih besar dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak merokok," ujar Hadiarto.Untuk itu, lanjut dia, perlu ada perbaikian pola dan gaya hidup. (aan/sss)


Berita Terkait