Kredibilitas SBY Dipertaruhkan Bila Tak Ganti Yusril & Hamid

Kredibilitas SBY Dipertaruhkan Bila Tak Ganti Yusril & Hamid

- detikNews
Kamis, 03 Mei 2007 10:34 WIB
Jakarta - Reshuffle akan diumumkan Presiden SBY dalam waktu yang sangat dekat. Dua menteri dinilai layak diganti. Bila tidak, kredibilitas SBY yang dipertaruhkan.Hal itu disampaikan pengamat hukum Denny Indrayana saat dihubungi detikcom, Kamis (3/5/2007)."Kalau tidak direshuffle akan mengurangi kepercayaan masyarakat terkait masalah hukum. Kredibilitas SBY dipertaruhkan dalam pemberantasan korupsi," ujar Denny.Menurut dia, seorang menteri yang punya kantor hukum, seperti Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, maka kepentingannya jelas. Dengan jabatan yang dimiliki, Yusril bisa menarik keuntungan."Jangan terjebak pada permainan kata-kata hukum," ujar Denny mewanti-wanti.Ditambahkan pengamat dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini, Yusril dan Menkum HAM Hamid Awaludin sudah terindikasi melakukan korupsi. Karena itu, tidak seharusnya SBY melindungi mereka, dan segan untuk tidak mendepak mereka dari kabinet."Faktanya, mereka itu ada penyalahgunaan wewenang kok. Kalau kita tunggu proses hukum dulu baru direshuffle, ya butuh bertahun-tahun," ketus Denny.Yusril dan Hamid ditengarai terlibat dalam proses pencairan uang Tommy Soeharto.Menurut audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Yusril diduga terlibat dalam pencabutan gugatan Badan Pengelola Gelora Bung Karno terhadap Kajima Overseas dan PT Senayan Trikarya Sempana. Peristiwa yang terjadi pada 2002-2005 itu berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp 7,5 miliar.Ketika menjabat Menkumdang pada 2004, Yusril diduga terlibat dalam persetujuan prinsip penunjukan langsung senilai Rp 18,48 miliar. Perbuatan itu diduga merugikan keuangan negara Rp 6 miliar.Sedangkan Hamid yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), diduga terlibat dalam korupsi pengadaan surat suara pada Pilpres 2004.Perlu keberanian yang luar biasa bagi SBY untuk bisa mendepak Yusril dari kabinet. Sebab Yusril berasal dari Partai Bulan Bintang (PBB), yang turut mendukung SBY sebagai calon presiden pada Pilpres 2004. Beranikah SBY? (nvt/sss)


Berita Terkait