Negara ASEAN Gagas Pembentukan Lembaga Intelijen Keuangan
Rabu, 02 Mei 2007 22:45 WIB
Jakarta -
Korupsi identik dengan uang. Tak salah kiranya kalau negara-negara ASEAN pun menggagas pembentukan lembaga intelijen keuangan di masing-masing negara."Korupsi outputnya uang, maka ide pembentukan lembaga ini agar bisa memantau sirkulasi uang," kata Sekretaris NCB (National Central Bureau)/Interpol Brigjen Pol Iskandar Hasan.Hal ini disampaikannya di sela-sela acara ASEAN ad-hoc meeting and Anti Cooruption di Hotel Ambara, Jl Iskandarsyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/5/2007).Nantinya bila gagasan ini benar-benar diimplementasikan di masing-masing negara ASEAN, maka jaringan lembaga ini ditiap negara dapat digunakan untuk mengakses sirkulasi keluangan."Utamanya uang yang dicurigai dan banyak aliran dana yang ke luar antar negara. Tapi nanti konkritnya pembentukan lembaga ini akan dibahas lagi dalam sidang di Laos pada 8 dan 9 Juni 2007," jelas Iskandar.Diskusi ini digelar selama 2 hari sejak 1 Mei dan dihadiri 10 negara ASEAN, antara lain Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Vietnam. Terdapat sekitar lebih dari 10 rekomendasi yang dimunculkan dalam diskusi tentang pemberantasan korupsi tersebut. "Pada awal diskusi delegasi Singapura cukup alot dalam mengemukakan argumen, mereka banyak berbicara mengenai aturan yuridis internasional. Tapi akhirnya semua bisa disepakati," tegas Iskandar.
(ndr/ken)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































