Ada Kalla di Ritz Carlton?
Rabu, 02 Mei 2007 20:35 WIB
Jakarta - Sejumlah pimpinan parpol pendukung pemerintah siang ini mengadakan pertemuan. Mereka berkumpul atas undangan Wakil Ketua MPR, Aksa Mahmud. Reshuffle kabinet adalah salah satu agenda pertemuan yang berlangsung di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta.Tidakkah tiga fakta di atas sudah cukup memberi banyangan tentang suatu gambar puzzle lain di balik isu reshuffle kabinet yang patut diduga melatarbelakangi pertemuan Ritz Carlton?Bahwa ternyata Jusuf Kalla (JK), baik selaku wakil presiden maupun ketua umum Partai Golkar, tidak dilibatkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam proses penyusunan squad baru Kabinet Indonesia Bersatu.Kalau begitu, bagaimana pula caranya bagi JK untuk memperjuangkan porto folio-nya di kabinet? Bagaimana nasib Hamid Awaludin dan Fahmi Idris? Siapa pengganti M. Ma'ruf?Bisa jadi untuk itulah pun ia lalu "minta bantuan" sang ipar (Aksa Mahmud), memberikan sedikit tekanan politis pada SBY. Caranya, ya pertemuan siang itu tadi.Aksa mengumpulkan para pimpinan partai politik yang punya jatah kursi menteri. Meski wakil dari PPP dan PKS urung hadir, pertemuan telah merekomendasikan sejumlah nama menteri untuk diganti.Dugaan JK bahwa arsitek pertemuan, tidak terlalu berlebihan. Analisis bisa saja merangkai puzzle itu. Karena masih terhitung keluarga dekat, Aksa terhitung sangat kerap bertemu JK. Wajar jika ada dugaan cukup banyak "misi" yang diamanahkan JK pada salah satu konglomerat di Sulawesi Selatan ini.JK dalam berbagai kesempatan -- bahkan sampai Senin kemarin-- terus menyuarakan tidak tahu menahu mengenai reshuffle kabinet. Alasannya masalah itu sepenuhnya prerogatif presiden selaku kepala pemerintahan. "Wapres tidak bisa mengganti menteri," tukas JK dalam sebuah keterangan pers rutinnya.Lalu apakah salah SBY tidak mengajak JK merundingkan susunan anggota kabinet yang baru? Tentu tidak. Itulah bentuk implementasi dari apa yang disebut hak preogratif.Tapi ingat, SBY bukan tipe orang ala kacang lupa kulit. Telah pula dengan tegas ia nyatakan tetap akan ajak "kawan-kawan seperjuangan" pada Pilpres 2004 urun rembug dalam proses reshuffle."Dalam politik ada etika. Tentu saya tidak akan meninggalkan mereka yang dulu ikut berjuang dalam pemilu. Saya juga mengkonsultasikannya dengan wapres meski nantinya tetap saya yang akan menentukan," ujar SBY di kebun duren , Ciawi Sabtu 15 April lalu.Jadi Pak Kalla dan ketua umum parpol lain, sebaiknya Anda bersabar saja dulu. Mungkin saja belum tiba giliran Anda diundang ke Cikeas.
(lh/mar)











































