Aksi Pemblokiran Jalan Korban Lumpur Meluas
Rabu, 02 Mei 2007 19:20 WIB
Sidoarjo - Pemblokiran jalan oleh warga korban lumpur makin meluas. Rabu (2/5/2007) sore warga hanya memblokir jalan Porong dengan istigotsah, namun kini mereka memblokir jalan dengan menebangi pohon. Pemblokiran dilakukan di 4 titik di Jalan Tanggulangin hingga ke Jalan Porong.Keempat titik yang diblokir korban lumpur itu adalah di Jalan Raya Tanggulangin, tepatnya di pintu masuk Intako (pusat kerajinan kulit), ratusan korban menebangi pohon yang ada di sekitar jalan Tanggulangin untuk dibuat blokade jalan. Di lokasi ini, warga juga memarkirkan sepeda motor di tengah jalan raya. Titik pemblokiran kedua dilakukan di pintu keluar tol Porong. Warga memblokirnya dengan memarkirkan motor mereka di tengah jalan.Titik ketiga di jalan raya Porong tepatnya di depan Desa Siring warga mendirikan 8 tenda sebagai arena istigotsah. Pemblokiran keempat dilakukan di atas jembatan Porong. Selain menutup akses jalan, ratusan warga korban lumpur sudah menutup jalur alternatif yang biasa digunakan masyrakat untuk melewati jalan raya Porong. Akibatnya, saat ini terjadi kemacetan parah di seluruh jalur alternatif dari Surabaya ke Porong maupun dari Malang ke Porong. Selain itu, kemacetan juga terjadi di jalur alternatif lain dari Mojokerto yang melewati Mojosari Japanan. Rute ini adalah satu-satunya jalur alternatif yang digunakan dari Surabaya menuju Malang. Akibat seluruh kendaraan melewati jalur itu, saat ini terjadi kamecetan yang cukup parah. Kemarahan warga dipicu adanya proses negosiasi antara korban dengan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah serta perwakilan Lapindo yang hingga malam ini belum menghasilkan keputusan yang diinginkan warga.Tuntutan warga uang muka ganti sebesar 20 persen. Mereka juga menuntut kejelasan syarat jual-beli dan menginginkan agar Letter C dan Petok D dianggap sebagai syarat yang sama dengan sertifikat.
(mar/ken)











































