Jika Ragu, SBY Lebih Baik Tak Usah Mereshuffle Kabinetnya

Jika Ragu, SBY Lebih Baik Tak Usah Mereshuffle Kabinetnya

- detikNews
Rabu, 02 Mei 2007 18:40 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak perlu ragu-ragu dalam mereshuffle kabinetnya. Reshuffle juga jangan dilakukan setengah-setengah. Jika ragu-ragu, lebih baik tidak usah dilaksanakan.Keraguan SBY mereshuffle kabinetnya terlihat karena presiden yang dipilih langsung oleh rakyat ini belum juga menetapkan kapan reshuffle diumumkan. Padahal dia berjanji akan mengumumkan perombakan pada awal Mei 2007."Dia memang sangat peragu dari dulu. Tapi toh kita nggak bisa memaksa dia, karena itu hak prerogatifnya," kata pengamat politik Indria Samego saat dihubungi detikcom, Rabu (2/5/2007).Indria melihat banyak menteri kabinet SBY yang harus diganti. Tak hanya menteri yang tengah sakit, tapi juga menteri yang kinerja buruk dan terlibat kasus korupsi harus segera diganti.Indria mencontohkan beberapa menteri yang terbelit kasus korupsi seperti Menkum dan HAM Hamid Awaludin dan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra sudah seharusnya diganti. "Hamid dan Yusril sudah tidak bisa lagi dipertahankan," kata Indria.Indria meminta kepada semua pihak untuk tidak terlalu berharap SBY akan melakukan reshuffle secara radikal . "SBY tidak akan berani mereshuffle secara radikal. Bukan tipe dia mengambil langkah berani seperti itu," tutur Indria.Mengenai janji SBY yang akan mereshuffle awal Mei, Indria melihat, hal itu tidak bisa menjadi patokan reshuffle. "Awal Mei kan masih ada beberapa hari lagi. Tanggal 7 kan masih awal Mei," tukasnya. (mar/ken)


Berita Terkait