11 Jam Si Jago Merah di Kumbasari Belum Bisa Dijinakkan
Rabu, 02 Mei 2007 17:25 WIB
Denpasar -
Api yang menjilat Pasar Kumbasari, Denpasar, Bali tak kunjung padam. Padahal si jago merah sudah berkobar selama 11 jam sejak pukul 07.00 hingga pukul 18.00 Wita.Padahal sudah 22 unit pemadam kebakaran yang dikerahkan dari Kota Denpasar, dibantu Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan.Namun si jago merah yang membara di Pasar Kumbasari yang terletak di sebelah Pasar Badung ini tetap tak terkalahkan. Asap hitam masih membumbung.Mobil pemadam terus hilir mudik di Jalan Gadjah Mada, lokasi Pasar Kumbasari. Petugas mengambil air dari Sungai Badung yang memisahkan Pasar Kumbasari dengan Pasar Badung. Petugas juga mengambil air dari beberapa hidran air di sekitar lokasi, kemudian kembali ke lokasi kebakaran untuk menyemprotkan air.Tidak hanya petugas pemadam yang bahu-membahu. Mobil pemadam juga demikian. Terjadi oper-operan air dari mobil pemadam di barisan belakang hingga ke mobil pemadam yang ada di barisan paling dekat dengan lokasi kebakaran.Mobil pemadam yang paling dekat dengan lokasi kebakaran memiliki eskavator dan bertangga. Namun petugas yang berada di ujung tangga mobil seharga sekitar Rp 1 miliar itu tidak mampu menjangkau kobaran api, demikian juga dengan air yang disemprotkannya.Api yang berkobar di tengah Pasar Kumbasari sempat menjalar ke pertokoan di Gadjah Mada yang letaknya tepat berada di depan Pasar Kumbasari pada pukul 14.00 Wita.Beberapa bagian belakang bangunan toko sudah dijilat api, seperti Toko Sinar Maju yang merupakan toko sepatu dan baju, Bank Mandiri, dan Restoran Hong Kong International.Kobaran api tidak memakan barang-barang dagangan karena sudah lebih dulu diungsikan pemilik, dibantu personel TNI dan Polri. Bahkan seorang pemilik menyelamatkan barang dengan melemparkan dus sepatu dengan karung dari atas toko.Untuk menghindari penjarahan, personel TNI dan Polri menjaga ketat barang-barang dagangan."Untuk yang tidak berkepentingan, dilarang mendekat. Selain pemilik, menjauh, awas ada penjarahan," seru petugas.
(sss/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































