Vita Puspita, Korban Tembak Suami, Gemar Menulis
Rabu, 02 Mei 2007 16:00 WIB
Surabaya -
Kondisi kesehatan Vita Puspita (24), perempuan yang ditembak suaminya sendiri, Briptu Deni Bagus Hariyono, berangsur membaik. Selang dan dua kassa atau tampon yang dipasang di hidung dan mulut sudah dilepas. Dia pun gemar menulis. Namun Vita yang masih terbaring lemah di Ruang Observasi Intensif (ROI) lantai 3 RSU dr Soetomo Surabaya ini masih dalam pemantauan serius, meskipun ancaman infeksi akibat lukanya sudah terlampaui. Kondisi Vita aman dari infeksi dan secara keseluruhan psikisnya membaik. Vita jauh lebih tenang. "Pasien juga seringkali menulis di atas selembar kertas. Tadi siang pasien menulis lagi dan meminta tim medis membuatkan surat keterangan sakit ke perusahaannya bekerja. Dan tim medis sudah memberikan ke keluarganya," kata Kepala Ruang Observasi Intensif (ROI) RSU dr Soetomo, dr Tommy Sunartomo SpAnKIC kepada detikcom, Rabu (2/5/2007). Selain tampon yang sudah dilepas, endo tracheal atau selang yang dimasukkan mulut pasien untuk jalannya pernafasan juga sudah dilepas. "Tim medis sudah berhasil melepas selang di mulutnya atau endo tracheal pukul 15.00. Sejak dilepas, kondisi pernafasan pasien hingga kini tidak ada sesak atau infeksi. Namun tim medis terus memantau dan mengobservasi," kata dr Tommy. Ia menambahkan, meski saat ini setelah endo tracheal-nya dilepas, bila sewaktu-waktu Vita mengalami sesak nafas, maka tim medis segera membuatkan lubang di tenggorokan untuk jalan pernafasannya. Selain itu, tim medis juga mengikat atau merapatkan plat yang dipasang pada bagian rahang bawah dan rahang atas pasien. Ini untuk mempercepat penyembuhan tulang wajah pasien. Sebab, jika tidak diikat, maka plat tersebut akan selalu bergerak-gerak. "Bila kondisinya benar-benar aman dari infeksi dan tidak ada sesak, maka pasien segera dipindahkan ke ruangan. Namun bila dalam 2 hari ini kondisinya belum stabil, maka tim medis belum berani memindahkan ke ruang perawatan," jelas dia. Informasi yang diperoleh, selama ini Vita bekerja sebagai karyawan sebuah perusahaan distributor oli di Jl. Demak, Surabaya.
(gik/asy)










































