SBY Serukan Perdamaian di Poso
Rabu, 02 Mei 2007 11:19 WIB
Jakarta -
Presiden SBY menginstruksikan agar tidak ada lagi kerusuhan atau konflik di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Setiap perbedaan yang terjadi harus diselesaikan dengan cara damai."Untuk Sulteng, Poso, hentikan budaya kekerasan yang tidak ada gunanya," ujar Presiden SBY dalam sambutannya pada peresmian sejumlah proyek di Palu, Sulteng, Rabu (2/5/2007). Ia menekankan, Indonesia sebagai negara yang majemuk wajar jika banyak perbedaan. Tapi perbedaan itu seharusnya dipecahkan dengan damai."Perbedaan itu kan anugerah," ujar SBY yang mengenakan kemeja batik warna biru dipadu dengan celana gelap.Menurut SBY, jika konflik diselesaikan dengan kekerasan, maka yang ada bukannya solusi, tapi malah menimbulkan masalah baru.Ia memaparkan hal tersebut di hari ketiga kunjungannya ke Sulteng. Sebelumnya, di hari pertama ia membuka simposium nasional tentang resolusi konflik. Di hari kedua, ia meresmikan beberapa fasilitas ibadah yang pernah hancur akibat konflik di Poso.SBY juga mengaku kagum dengan kondisi Poso saat ini. Menurutnya, beberapa tahun lalu, kondisi Poso masih mencekam."Poso saat ini berbeda dengan kunjungan-kunjungan saya sebelumnya di tahun 2001-2003 ketika konflik masih melanda di sini," ujar SBY.
(anw/nrl)










































