Pengamat Intelijen: Polri Bakal Sia-sia Cari Pembunuh Munir

Pengamat Intelijen: Polri Bakal Sia-sia Cari Pembunuh Munir

- detikNews
Rabu, 02 Mei 2007 11:16 WIB
Jakarta - Sekuat apa pun upaya Mabes Polri menjerat pembunuh aktivis HAM Munir, hanya mubazir yang didapat. Keterlibatan intelijen membuat sang pembunuh sulit diraih."Itu operasi intelijen, nggak bakalan ketangkap. Sia-sia saja," tandas mantan Direktur BaKIN AC Manullang kepada detikcom, Rabu (2/5/2007).Menurut Manullang, Munir sudah dibidik sejak 1988 lalu, saat dia 'mencetak' aktivis buruh Dita Indah Sari. "Tapi mana mungkin dia dibunuh saat itu," katanya.Munir baru dibunuh tahun 2001 setelah dirancang skenario. "Jadi akan sulit diungkap, intelijen itu kan bisa melanggar hukum," katanya.Mengenai tiga TKP yang diduga Polri menjadi tempat Munir diracun, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Changi Singapura dan pesawat Garuda, Manullang mempertanyakannya."Itu bagaimana, itu tidak bisa diperkirakan terjadi di tiga tempat itu. Intelijen itu hebat, anggotanya bisa tidak mengenal satu sama lain," kata dia.Kasus Munir sempat mencuatkan nama Pollycarpus Budihari Priyanto. Polly sempat ditetapkan sebagai tersangka dan dipenjara selama 14 tahun. Namun dia bebas setelah putusan kasasi MA menyatakan dia hanya terlibat dalam pemalsuan surat tugas dan hanya diganjar 2 tahun penjara.Kasus Munir kini diselidiki lagi oleh Mabes Polri. Polri sudah mengajukan sejumlah novum kepada Kejagung untuk membidik pembunuh Munir yang sesungguhnya. (umi/nrl)


Berita Terkait