AC Manullang: Ledakan Ambon Strategi AS Hancurkan Islam
Rabu, 02 Mei 2007 10:56 WIB
Jakarta - Hanya selang satu minggu dari bom di Pasar Mardika, Ambon kembali diguncang ledakan pagi ini. Ledakan terjadi di Masjid Al Fatah.Mantan Direktur BaKIN AC Manullang menilai bom-bom itu terkait erat dengan grand design strategic global Amerika.Amerika berkepentingan mengobok-obok Islam di Indonesia. Ambon jadi sasaran empuk.Sebagai orang yang lama berkecimpung di dunia intelijen dan data akurat yang dimilikinya, Manullang yakin apa pun yang terjadi di Indonesia, termasuk disintegrasi, selalu terkait erat dengan grand design strategic global AS, Israel dan Australia."Bom beruntun di Ambon meski low explosive, dilihat dari sisi intelijen, sudah lama dipersiapkan," kata Manullang kepada detikcom, Rabu (2/5/2007).Operator sengaja mencari momentum yang bisa mengekspos berita-berita di Ambon, seperti HUT RMS. Karena itu, bom yang diledakkan tidak untuk mencari korban manusia. "Tapi mengekspos masalah itu sendiri. Diciptakanlah suasana tidak aman tapi dalam rangka bisa dikendalikan," katanya.Karenanya, dia menduga kuat keterlibatan intelijen dalam setiap aksi bom di Ambon, termasuk dugaan keterlibatan aparat yang direkrut badan intelijen."Sekarang itu antara pelaksana, siapa yang menyuruh dan siapa yang direkrut di Ambon tidak saling kenal. Mereka juga tidak ada hubungan dengan sponsornya dan AS. Jadi dari sisi politis tidak bisa dikatakan AS terlibat," bebernya.Sasarannya, imbuh Manullang, sangat jelas, untuk mengobok-obok Islam. Apalagi ledakan terakhir yang meledak pagi ini terjadi di halaman Masjid Al Fatah, Ambon."Jadi tidak benar AS mau cari minyak dan lain-lain. Dia maunya menghancurkan Islam di Indonesia. Hebat intelijen ini. Dia menciptakan bagaimana orang beropini seolah-olah non muslim yang melakukannya," tutur dia.Padahal buntutnya, kata Manullang, sasaran yang diburu adalah membuat sesama umat Islam di Indonesia berkelahi. Sehingga yang tercipta adalah Islam sama dengan terorisme dan perpanjangan tangan radikalisme.Apa yang diperoleh AS dalam hal ini? Jelas keuntungan yang besar. Menurut Manullang, AS menggunakan politik pragmatis sejak awal. Jika berhasil menguasai Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim dan kekayaan alamnya yang berlimpah ruah, maka menjadi hal mudah bagi AS mengobok-obok Islam.
(umi/nrl)











































