Ditinggal Buruh Demo, KBN Cakung Sepi Bak Kota Mati

Ditinggal Buruh Demo, KBN Cakung Sepi Bak Kota Mati

- detikNews
Selasa, 01 Mei 2007 19:17 WIB
Jakarta - May Day, hari buruh sedunia, benar-benar dimanfaatkan buruh untuk merayakannya dengan turun ke jalan. Puluhan ribu buruh meninggalkan pabrik dan pusat-pusat produksi massal. Praktis, kawasan-kawasan pabrik sepi, ditinggal para buruh berunjuk rasa. Seperti yang terlihat di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung-Cilincing, Jakarta Utara. Kawasan yang didiami 114 perusahaan itu tampak lengang. Hanya terlihat beberapa satpam bermain catur sambil mengamankan pabrik yang ditungguinya. Jalan utama yang membelah kawasan industri itu tak terlihat lalu lintas berarti. Padahal, bila hari-hari biasa, lalu lintas kendaraan sangat semrawut. Sejumlah kendaraan termasuk kendaraan pabrik berlalu lalang.Akibat ditinggal para buruh, ratusan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di depan pabrik, juga tak beroperasi. Bangku-bangku panjang teronggok di atas meja lapak, yang biasa untuk jualan cemilan, air mineral, softdrink, hingga makan besar. "Kami memang meliburkan karyawan. Kami memberi toleransi untuk hari ini," ujar kepala bagian personalia di salah satu pabrik di KBN Cakung, PT Soon Chang, Surya Kencana di pabriknya, Selasa, (1/5/2007). Tidak hanya perusahaan garmen PT Soon Chang yang meliburkan karyawannya. Hampir semua pabrik di kawasan itu meliburkan buruhnya. Beberapa perusahaan bahkan telah mengantisipasi satu minggu sebelumnya. "Para pemilik pabrik memberi toleransi dan antisipasi. Seperti meniadakan produksi dan mengalihkan jam kerja ke hari yang lain," ucap Kahumas KBN Laode Hartono pada kesempatan berbeda. Pihak KBN tidak kuasa menolak aksi massa itu. KBN justru menyiapkan pengamanan memadai supaya tidak terjadi aksi anarkis. Kegiatan ekspor-pun tidak terganggu. "Kalau kegiatan ekspor impor Jumat-Sabtu. Kami menyiapkan 100 satpam untuk berjaga-jaga. Jumlah yang ikut demo lebih sedikit dari tahun lalu. Kerugian belum terdata, cuma relatif kecil karena sudah ada antisipasi," tambah dia. (Ari/asy)



Berita Terkait