Syaukani Dikirimi Bunga Mawar
Selasa, 01 Mei 2007 18:55 WIB
Jakarta - Meski Syaukani menjadi tersangka dugaan korupsi, banyak yang bersimpati pada bupati Kutai Kertanegara ini. Bunga mawar sebagai ungkapan perhatian pun dikirim ke sel Syaukani. Namun sayang tak kesampaian.Apresiasi terhadap pria yang tersangkut masalah pembangunan Bandara Udara Loa Kulu Kalimantan Timur pada Desember 2006 ini lantaran dianggap berjasa karena telah mengurangi angka pekerja anak.Syaukani yang diduga merugikan negara sebesar Rp 40,75 miliar ini ditahan di tahanan kriminal Umum Polda Metro Jaya.Sekitar 50 orang yang tergabung dalam Lembaga Advokasi Penegakan Otonomi Daerah (LAPOD) pun mendatangi Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, sekitar jam 17.30 WIB, Selasa (1/5/2007).Namun sayang, mereka tidak diizinkan masuk oleh pihak petugas tahanan kriminal umum karena sudah melewati jam besuk tahanan. Seikat bunga mawar merah yang dibawa untuk Syaukani pun tak bisa dititipkan."Saya rasa semua punya aturan masing-masing. Sebenarnya itu (memberi bunga) adalah suatu yang wajar," kata Direktur Eksekutif LAPOD, I Nyoman Ajisery.Menurut Ajisery, kedatangan mereka untuk menjenguk Syaukani tidak memiliki maksud tertentu, selain memberi penghargaan kepada Syaukani."Kita kemari hanya sekadar memberikan apresiasi kepeduliannya terhadap penghapusan pekerja anak. Kita tidak perduli dengan masalah apapun menyangkut dia," ujar Ajisery.Mereka mendatangi Polda Metro Jaya dengan memakai kaos putih bertuliskan 'Stop Pekerja Anak Menuju Wajib Belajar Sembilan Tahun'. Mereka juga membawa spanduk besar berwarna kuning dengan tulisan yang sama.Sebelum menjenguk Syaukani, LAPOD ikut konvoi bersama ribuan buruh ke Istana Merdeka dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional yang diperingati hari ini.Syaukani dinilai telah mengurangi angka pekerja anak dalam masa pemerintahannya pada 2004-2007. Dari 11 ribu pekerja anak turun drastis hanya menjadi 1.000 pekerja anak.
(anw/sss)











































