Briptu Bagus Tidak Diizinkan Bertemu Istri yang Ditembaknya
Selasa, 01 Mei 2007 17:37 WIB
Surabaya - Sial betul nasib Briptu Deni Bagus Hariyono, anggota Reserse Narkoba Polres Surabaya Utara. Niatnya untuk bertemu dan meminta maaf pada istrinya, Vita Puspita, tidak kesampaian. Polresta Surabaya Timur tidak mengizinkannya untuk bertemu dengan istrinya yang tengah dirawat di RSUD dr Soetomo. "Karena dia ditahan dia tidak bisa menjenguk istrinya," kata Kasatreskrim Polresta Surabaya Timur, AKP Hendri Fiuser, saat dihubungi detikcom, Selasa (1/5/2007). Saat ini Bagus, kata Hendri, sedang menjalani proses pemeriksaan terkait dengan penembakan yang ia lakukan terhadap istrinya. "Bagus saat ini masih kita periksa. Kita masih mencari motif penembakan itu," ungkapnya. Ia menambahkan, Bagus juga akan diperiksa oleh Provoost Polwiltabes Surabaya terkait masalah disiplin sebagai anggota kepolisian. Polresta Surabaya Timur hanya memeriksa untuk tindak pidananya, karena tempat kejadian perkaranya berada di wilayah Polresta Surabaya Timur. Lalu bagaimana kondisi terakhir Bagus? "Saat ini kondisi Bagus baik," ujar Hendri singkat. Adegan penembakan ini terjadi pada Senin 30 April 2007 pukul 21.30 WIB di rumah kontrakan Bagus-Vita di Jl Setro Tambak Sari III, Surabaya, Jawa Timur. Insiden ini penembakan itu bermula ketika Vitatentang kebenaran perselingkuhan suaminya terkait SMS dari Desi yang diterima Bagus. Namun, Briptu Deni tak mengindahkan pertanyaan Vita. Merasa tidak puas, Vita terus mencecar Bagus dengan pertanyaan yang sama. Karena emosi Deni kemudian menembakkan pistol revolver tepat di wajah sang istri hingga Vita berlumuran darah.
(bdh/nrl)











































