Rayakan May Day, Upah Buruh Dipotong Rp 45 Ribu
Selasa, 01 Mei 2007 17:05 WIB
Jakarta - Ribuan buruh terlihat antusias merayakan Hari Buruh Internasional (May Day). Padahal upah mereka harus dipotong karena tidak masuk kerja.Menurut Atin (32), perusahaan tempatnya bekerja memang memberikan libur khusus pada Selasa (1/5/2007). Namun upah mereka harus dipotong Rp 45 ribu."Perusahaan sudah memberi tahu kalau hari ini libur. Tapi kami tidak digaji," kata perempuan muda yang bekerja di perusahaan garmen di kawasan Cakung, Jakarta Utara, itu.Begitu pula dengan Sodik (55). Buruh perusahaan industri kulit di kawasan Jakarta Utara ini mengaku tidak mendapat uang makan, uang transpor dan bonus mingguan. "Hari ini kehilangan Rp 11 ribu," ujar pria paruh baya ini kepada detikcom saat berdemo di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.Sodik mengatakan, di perusahaan tempatnya bekerja, dia mendapat gaji mingguan. Tiap minggu, Sodik dan sesama buruh lainnya mendapat gaji Rp 286.500.Selain dipotong, Sodik juga harus mengganti hari kerja pada tanggal merah nanti.Lain halnya dengan Marjana. Meski upahnya tidak dipotong, dia dan rekan-rekannnya sesama buruh di salah satu perusahaan di Tangerang itu harus mengganti hari liburnya untuk bekerja."Kami dapat libur dua hari, tapi besok kami harus mengganti pada saat tanggal merah," ujar pria 27 tahun ini.
(ken/nrl)











































