Kalla: May Day Libur, Kerja Kita Liburan Saja
Selasa, 01 Mei 2007 16:48 WIB
Jakarta - Jusuf Kalla boleh dikenal sebagai pencetus liburan pada hari kejepit nasional alias harpitnas. Tapi begitu mendengar usulan agar May Day menjadi hari libur nasional, mantan Menko Kesra ini malah bersungut-sungut."Hari libur nasional kita sekarang sudah 16 hari. Ini yang termasuk tinggi di Asia. Kalau mau ditambah lagi, kerja kita liburan saja," ketus sang wapres ini di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (1/5/2007).Penolakan yang sama disampaikan Kalla soal tuntutan agar pemerintah menaikkan upah para buruh secara drastis."Mengenai kenaikan upah, kita tidak menganut upah rendah tapi minimum. Kalau terus dinaikkan, bisa-bisa lapangan kerja malah berkurang. Kenaikan harus sesuai dengan kondisi," papar Kalla.Meski begitu, Kalla menyampaikan terima kasihnya atas nama pemerintah atas aksi demonstrasi yang berlangsung damai hari ini. Dari laporan yang diterimanya, aksi Hari Buruh Internasional alias May Day tahun ini tidak ada yang berlangsung dengan kekerasan."Saya harap, mudah-mudahan ini berlangsung seterusnya. Buruh boleh sampaikan pendapatnya, berdemokrasi lewat demo atau mogok. Tapi yang penting tidak ada kekerasan," tandas Kalla.
(bal/sss)











































