AJI Ikut Demo May Day di Istana
Selasa, 01 Mei 2007 15:28 WIB
Jakarta - Gaji wartawan dapat dikategorikan rendah. Bersamaan dengan Hari Buruh Internasional (May Day), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menuntut perusaan media memberi gaji minimal Rp 3,2 juta untuk wartawannya."Menurut survey AJI, ada wartawan yang hanya digaji Rp 200 ribu per bulan," kata Koordinator Serikat Pekerja AJI Jakarta Winuranto Adhi.Hal itu disampaikan dia saat berorasi dalam aksi buruh di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Selasa (1/5/2007).Selain meminta kenaikan gaji, AJI juga mengimbau agar pemburu berita tetap tidak menerima amplop dari narasumber manapun. Wartawan harus menjaga independensinya dengan menolak sogokan berupa apapun."Wartawan harus memperjuangkan upah yang layak, karena kalau gaji wartawan kecil maka ia akan menerima amplop. Jika sudah menerima amplop maka pemberitaannya tidak bisa lagi obyektif," tandasnya.Hingga pukul 15.15 WIB, aksi yang dimulai sejak pagi masih berlangsung. Tidak ada kerusuhan dalam aksi ini.
(ken/umi)











































