Serangan Teroris di Seluruh Dunia Meningkat Tajam
Selasa, 01 Mei 2007 11:37 WIB
Washington - Serangan teroris di seluruh dunia menunjukkan peningkatan yang tajam atau melonjak lebih dari 25 persen pada tahun 2006. Korban jiwa pun meningkat 40 persen lebih tinggi dibanding tahun 2005, khususnya di Irak.Demikian disampaikan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (1/5/2007).Dalam survei tahunannya mengenai terorisme, Deplu AS menyatakan, sebanyak 14.338 serangan terjadi pada tahun 2006, khususnya di Irak dan Afghanistan. Atau 3.185 serangan lebih banyak dibandingkan tahun 2005 atau meningkat 28,5 persen.Serangan-serangan itu merenggut total 20.498 nyawa, sebanyak 13.340 korban jiwa di antaranya terjadi di Irak. Ini menunjukkan lonjakan sebesar 40,2 persen atau 5.800 nyawa lebih banyak dibandingkan tahun 2005.Meski angkanya memburuk, menurut pejabat-pejabat Deplu AS ada beberapa keberhasilan dalam perang melawan teror. Termasuk membaiknya kerjasama kontra-terorisme dengan berbagai negara dan penggagalan sejumlah plot teror, khususnya rencana untuk menargetkan pesawat-pesawat trans-Atlantik."Tantangan serius memang masih tetap ada, itu tak diragukan lagi," ujar koordinator kontra-terorisme AS Frank Urbancic. "Ini bukan perang di mana Anda bisa mengukur keberhasilan dengan angka-angka konvensial," imbuhnya.Mengenai Irak, Deplu AS dalam Laporan Terorisme 2006 menyatakan, penggunaan senjata kimia menunjukkan adanya perubahan taktik yang berbahaya. Serangan kimia tersebut pertama kali terlihat pada serangan di Kota Sadr pada 23 November 2006.Seperti laporan pada tahun-tahun sebelumnya, Deplu AS kembali menyebut Iran sebagai "negara sponsor teror paling aktif". Deplu menuding republik Islam itu membantu rencana dan melancarkan serangan untuk mengganggu kestabilan Irak dan merusak upaya damai Israel-Palestina.
(ita/nrl)











































