Kota Yogya Mulai Dipenuhi Buruh
Selasa, 01 Mei 2007 10:14 WIB
Yogyakarta - Ratusan mahasiswa dan buruh dari berbagai elemen mulai memenuhi Kota Yogyakarta. Simpang empat Tugu Yogya dijadikan titik awal pergerakan.Dari pengamatan detikcom, pukul 09.30 WIB, Selasa (1/5/2007), aksi buruh dan mahasiswa ini terbagi dalam berbagai kelompok, antara lain Aliansi Rakyat Pekerja Yogyakarta (ARPY), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) dan HMI. Buruh dan mahasiswa ini berangkat dari titik simpul Tugu Yogya menuju depan Kantor Pos Yogyakarta. Jarak antara Tugu Yogya dan kantor pos sekitar 2 km.Mereka menuntut kenaikan upah buruh dan menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional.Massa juga mengusung spanduk besar bertuliskan "ARPY, buruh bersatu untuk kesejahteraan", "1 Mei prei, 1 Mei libur nasional", "Buruh bukan binatang", dan "Naikkan upah buruh".Koordinator aksi dari ARPY Hikmah Diniah dalam orasinya di depan Tugu Yogya mengatakan, pihaknya menuntut pemerintah untuk menghapus sistem tenaga kontrak dan sub kontrak atau outsourcing. Sistem ini mengakibatkan kurangnya kesejahteraan buruh dan posisi tawar buruh yang semakin lemah. Mereka juga menyinggung perlindungan hak-hak pekerja rumah tangga dan buruh migran yang selama ini banyak dirugikan. Serta meminta penghentian kriminalisasi kasus atau sengketa perburuhan.Aksi ini berjalan tertib dengan kawalan sekitar 40 aparat Poltabes.
(umi/nrl)











































