Pecahan Peluru Briptu Bagus Masih Bersarang di Kepala Vita
Selasa, 01 Mei 2007 09:28 WIB
Surabaya - Setelah menjalani operasi selama kurang lebih 4 jam, kondisi Vita Puspita, korban penembakan yang dilakukan oleh suaminya, Briptu Deni Bagus Hariyono, mulai membaik. Namun di bagian kepala ibu muda yang baru melahirkan anak pertama 7 bulan lalu ini masih tersisa pecahan peluru. Vita Puspita dirawat di ruang Observasi Intensif (ROI) lantai III IRD RSU dr Soetomo Surabaya, Selasa (1/5/2007). Tim medis memberikan obat nyeri, agar pasien tidak merasakan rasa sakit pada bagian wajahnya yang luka akibat ditembus timah panas. "Pagi ini akan dilakukan pemeriksaan pada kepalanya. Sebab, proyektil yang bersarang di kepalanya pecah menjadi beberapa bagian," jelas Kepala Ruang Observasi Intensif (ROI) RSU dr Soetomo, dr Tommy Sunartomo SpAnKIC kepada detikcom. Tommy menambahkan, peluru yang berukuran besar sudah dikeluarkan, namun pecahan yang kecil-kecil lainnya masih bersarang di kepalanya. Saat ini dua lubang hidung pasien ditutup dengan kassa atau ditampon. Hal itu untukmenghindari adanya pendarahan melalui hidung. "Mulutnya diberi pipa yang masuk ke paru-paru atau endo trakheal. Ini berfungsi untuk jalan nafasnya. Sehingga pernafasannya dari paru-paru langsung keluar dari mulut melalui pipa," tambahnya. Briptu Deni Bagus Hariyono memuntahkan peluru pistol revolvernya ke bagian wajah sang Vita Puspita pada Senin (30/4/2007) pukul 21.30 WIB. Penyebabnya, Vita menanyakan SMS di ponsel suaminya. Vita lalu menuduh suaminya selingkuh. Mereka lalu ribut. Bagus lantas memuntahkan timah panas ke kepala istrinya.
(gik/nrl)











































