Korban Dressel 10 Ribu Orang

Korban Dressel 10 Ribu Orang

- detikNews
Selasa, 01 Mei 2007 08:30 WIB
Jakarta - Korban penipuan produk investasi Dressel Investment Limited yang dipasarkan PT Wahana Bersama Globalindo (WBG) diperkirakan mencapai 10 ribu orang. Namun dari angka itu baru 5 ribu nasabah yang bergabung dalam wadah Crisis Centre Perkumpulan Investor Nasabah Dressel-WBG."Nasabah Dressel itu ada sekitar 10 ribu, dan yang sudah bergabung kepada kami sekitar 5 ribuan orang," kata Ketua Crisis Centre Berlin Harahap ketika dihubungi detikcom di Jakarta, Selasa (30/4/2007).Nasabah yang tertipu oleh Dressel terdiri dari berbagai kalangan, seperti pejabat, artis, pengusaha, jenderal TNI dan kalangan lainnya. Namun Berlin menolak menyebutkan nama-nama orang terkenal yang menjadi korban penipuan Dressel."Ini sudah komitmen kami tidak membocorkannya," tutur Berlin.Dari para korban itu banyak yang hanya menggantungkan pada investasi seperti ini. "Yang lebih kasihan adalah pensiunan, mereka hanya mengandalkan dari situ. Kalau pejabat mereka masih bisa sumber kekayaan dari yang lainnya," kata Berlin.Makanya pihaknya tidak hanya sekadar management WBG-Dressel ke Mabes Polri dan Polda-Polda seluruh Indonesia, tapi juga terus meminta agar pihak Mabes Polri serius dalam mengusut kasus ini. "Kami terus menanyakan perkembangannya. Ini penting karena dana masyarakat yang diserap dalam kasus ini sangatlah besar," papar Berlin.Kasus penipuan investasi yang dilakukan WBG mencuat selama beberapa bulan terakhir. WBG adalah perusahaan yang menjadi agen pemasaran produk investasi yang diterbitkan Dressel Investment Limited yang berbadan hukum tercatat di British Virgin Island, Karibia, Amerika Selatan. Perusahaan ini meluncurkan dua produk investasi, yakni Strategic Portfolio Management Scheme (Sportmans) dan Global Market Portfolio (GMP).Jenis investasi ini diluncurkan pertama kali di Indonesia pada tahun 1997. Masyarakat Indonesia yang menitipkan dananya dalam jenis investasi ini diberikan imbalan hasil investasi (yield) sebesar 24-28 persen setiap tahunnya.Awalnya, pembayaran bunga lancar. Hal ini menyebabkan semakin banyak masyarakat baik pribadi maupun institusi seperti yayasan pendidikan, dan perkumpulan masyarakat lainnya menanamkan dananya di investasi ini. Tidak kurang dari 10 ribu pihak tercatat sebagai anggota nasabah. Sementara dana yang berhasil diserap mencapai sekitar Rp 3,5 triliun.Permasalahan muncul, ketika pada akhir tahun 2006, nasabah yang berdomisili di Surabaya dan kota-kota besar lainnya, tidak lagi dapat menikmati pembayaran yield. Sementara nasabah yang tinggal di Jakarta, baru sekitar dua bulan lalu tidak menerima yield.Bukan hanya yield yang tidak dibayar melainkan juga dana yang dititipkan nasabah tak bisa ditarik. Polri sudah menangkap anak buah presiden Direktur WBG, Krisno Abiyanto Soekarno yang akrab dipanggil Abi. Namun Abi dikabarkan sudah kabur ke luar negeri sehingga sulit dimintai pertanggungjawaban apalagi mengembalikan dana nasabah. (mar/mly)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads