Mardiyanto Masuk Bursa Mendagri, Gus Ipul, Hamid, Yusril Aman

Mardiyanto Masuk Bursa Mendagri, Gus Ipul, Hamid, Yusril Aman

- detikNews
Selasa, 01 Mei 2007 08:12 WIB
Jakarta - Awal Mei berarti pengumuman reshuffle kabinet semakin dekat. Presiden SBY terus mematangkan susunan reshuffle kabinetnya. Yang mengejutkan Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto masuk bursa Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Sementara posisi Saifullah Yusuf, Hamid Awaludin, dan Yusril Ihza Mahendra semakin aman. Sumber detikcom yang dekat kalangan Istana menyampaikan Mardiyanto saat ini menjadi calon terkuat pengganti Mohammad Ma'ruf sebagai Mendagri. Sebelumnya untuk posisi ini, juga beredar nama EE Mangindaan, mantan gubernur Sulawesi Utara yang saat ini menjadi anggota DPR dari Partai Demokrat. "Kemarin-kemarin Mangindaan terkuat, sekarang sudah beralih ke Mardiyanto," kata sumber tersebut, Senin (1/5/2007). Bila dipilih sebagai Mendagri, lantas bagaimana posisi Mardiyanto sebagai gubernur Jawa Tengah? Yang pasti, Mardiyanto tidak bisa merangkap jabatan. Dia harus melepaskan jabatan gubernur Jawa Tengah. Dan hal ini bukan sesuatu yang sulit. Apalagi, masa jabatan Mardiyanto akan habis di awal 2008. Mardiyanto bisa mundur dari gubernur sebelum masa jabatan habis dengan alasan mengemban tugas negara. DPRD Jawa Tengah tentu tidak bisa menghalanginya. Bila Mardiyanto mundur, maka Ali Mufiz, yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Jawa Tengah, akan naik menjadi Plt Gubernur Jawa Tengah. Apakah ini sebagai bentuk lobi PKB, mengingat Ali Mufiz merupakan wakil gubernur dari PKB? "Bisa jadi begitu. Dalam Pilkada 2008 nanti, bisa jadi Ali Mufiz menjadi kandidat terkuat gubernur Jawa Tengah," ujar sumber tersebut. Kabar terbaru posisi Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Hamid Awaludin dan Yusril Ihza Mahendra makin kuat saja. Ketiganya yang sempat disebut-sebut akan menjadi korban reshuffle, sepertinya tidak akan menjadi kenyataan. "Ketiganya kemungkinan masih berada di dalam kabinet. Sekarang ini, peluang mereka 50:50," ujar sumber tersebut. Yusril dan Hamid diback-up Jusuf Kalla yang selalu beralasan penggantian Yusril dan Hamid tidak berdampak pada penyelesaian masalah ekonomi. Sementara Ipul diback up oleh Ketua Umum PPP yang juga Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali. Kursi yang masih jadi pemikiran Presiden adalah Menneg BUMN. Sugiharto dipastikan harus meninggalkan posnya awal Mei ini. Namun, pengganti Sugiharto masih belum diputuskan. Pilihannya hanya dua: Sofyan Djalil atau Said Didu. Presiden SBY menginginkan Sofyan Djalil pindah posisi dari Menkominfo ke Menneg BUMN. Namun kabarnya Wakil Presiden Jusuf Kalla lebih menginginkan Said Didu yang saat ini duduk sebagai Sekretaris Menneg BUMN. Namun, peluang Sofyan Djalil lebih besar dibanding Said Didu. Posisi Menteri Perhubungan juga sepertinya akan diisi orang baru. Hatta Rajasa akan dipindah menduduki kursi Menkominfo menggantikan Sofyan Djalil. Ada dua kandidat Menhub yang cukup kuat. Yaitu mantan KSAU Marsekal (Purn) Chappy Hakim dan Marsekal TNI Djoko Suyanto yang saat ini masih menjabat Panglima TNI. Siapa di antara keduanya yang terkuat? Sebenarnya, pada awalnya Chappy Hakim lebih kuat. Chappy sudah diplot SBY sejak sebelum menjadi Ketua Tim Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi (EKKT). Namun, posisi Chappy melemah, gara-gara dia diketahui sebagai Komisaris Utama PT Indonesian Air Transport (IAT), sebuah perusahaan penerbangan di bawah bendera PT Global Mediacom, nama baru Bimantara. Karena itu, saat ini Djoko Suyantolah yang berpeluang sangat kuat menggantikan Hatta Rajasa. Apalagi, Djoko juga sudah hampir memasuki pensiun. Lantas siapa Panglima TNI yang baru? Jenderal Djoko Santoso yang akan menduduki kursi nomor satu di TNI itu. Djoko yang saat ini menjabat sebagai KSAD cukup dekat dan dipercaya oleh Presiden SBY. Yang agak mengejutkan adalah kandidat KSAD. "Saat ini muncul nama Letjen Sjafrie Sjamsoeddin. Dia bisa menjadi yang terkuat. Sjafrie kan dikenal pintar, meski ada kasus lama yang selalu diungkit-ungkit orang," ujar dia. Sjafrie saat ini masih menjabat sebagai Sekjen Departemen Pertahanan. Kursi Menteri Pertahanan yang semula disebut-sebut akan diberikan kepada orang baru, sepertinya masih dipercayakan kepada Juwono Sudarsono. Meski Juwono pernah sakit stroke, namun prestasi Juwono cukup bagus. Salah satunya mengenai perjanjian kerjasama pertahanan antara RI dengan Singapura yang dinilai menguntungkan Indonesia. "Lagi pula, kalangan TNI merasa cocok dengan Juwono yang berasal dari kalangan sipil," ujar sumber itu. (asy/asy)


Berita Terkait