Ehud Olmert Dinilai Gagal Hadapi Libanon

Ehud Olmert Dinilai Gagal Hadapi Libanon

- detikNews
Selasa, 01 Mei 2007 07:13 WIB
Jerusalem - Perang Libanon-Israel telah berlalu hampir setahun lalu. Namun perang tersebut menyisakan persoalan baru di internal pemerintahan Israel. Komisi pemerintahan Israel menuduh Perdana Menteri Ehud Olmert telah gagal secara serius dalam perang Libanon.Berdasarkan invstigasi internal, Hakim Eliyahu Winograd menemukan fakta bahwa Olmert bersama Menteri Pertahanan Amir Peretz dan mantan Kepala Militer Dan Halutz secara prinsipil bertanggung jawab terhadap kegagalan konflik lebanon yang lalu."Jika semua atau salah satu dari mereka melakukan hal yang benar, keputusan dan hasil yang diperoleh dari perang tersebut akan berbeda atau lebih baik," kata Winograd sebagaimana dilansir AFP, Selasa (1/5/2007).Menurut Winograd, kesalahan Olmert terletak pada pengambilan keputusan politik yang dilakukan secara tergesa-gesa. Winograd menjelaskan, investigasi internal yang dilakukan terhadap kebijakan Olmert, ditemukan bahwa tidak ada rencana terperinci tentang operasi militer terhadap Libanon. Bahkan Winograd menuduh, kesalahan itu akibat kelemahan Olmert dalam urusan luar negeri dan militer."Semua ini menambah kegagalan serius dalam pengambilan keputusan, tanggung jawab dan kebijakan," ujar dia.Meski kepemimpinannya saat ini tengah mengalami goncangan hebat akibat tuduhan tersebut, Olmert menolak tuntutan mundur yang dialamatkan sejumlah radio dan televisi Israel kepada dirinya. "Ini bukan saatnya bagi saya untuk mundur dan saya tidak akan memiliki niat untuk itu," imbuh Olmert.Namun demikian, dia mengakui telah melakukan banyak kesalahan yang dilakukan dengan mengambil keputusan tersebut."Kesalahan-kesalahan itu harus dipebaiki," ujarnya.Perang tersebut disebut sebagai Perang Libanon Kedua bagi Israel. Perang yang hanya berlangsung 34 hari itu menewaskan 1.200 warga sipil Libanon. Sedangkan di pihak Israel, 160 tewas yang kebanyakan adalah tentara.Perang berawal dari penculikan 2 tentara Israel oleh pejuang Hizbullah. Hingga perang berakhir, Israel gagal membebaskan 2 tentaranya yang ditahan pejuang Hizbullah. (rmd/mly)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads