Kisah Reshuffle Alwi Shihab
Senin, 30 Apr 2007 17:07 WIB
Jakarta - Reshuffle kabinet SBY segera diumumkan Presiden SBY. Menteri kinerja bagus, belum tentu aman dari reshuffle. Inilah yang pernah dialami Alwi Shihab. Alwi juga mengaku diberitahu Presiden akan diganti sehari menjelang pengumuman kabinet. Mantan Menko Kesra itu menceritakan kisah reshuffle yang dialaminya satu setengah lalu kepada wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (30/4/2007). Alwi yang kini menjadi utusan khusus presiden untuk Timur Tengah berada di kantor Wapres untuk mengikuti penandatanganan MoU antara PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dengan Emaar Properties LLC dari Dubai.Alwi mengaku tidak mendapatkan tanda-tanda khusus saat akan diganti. "Nggak ada. Saya sempat datang ke Presiden SBY apakah saya akan di-reshuffle. Presiden bilang, prestasi Anda bagus kecuali nanti ada hal-hal luar biasa. Jadi saya tidak berpikir reshuffle," ujar Alwi. Lalu apa hal luar biasanya sampai Anda diganti? "Ya ada. Tapi saya nggak tahu. Itulah prerogatif presiden. Kemudian setelah saya diangkat sebagai utusan khusus, presiden bilang 'Anda saya minta kerja keras mengembangkan hubungan antara RI dengan Timur Tengah. Ini tugas yang tidak kalah penting dibandingmenko kesra'. Dan saya nikmati," jelas Alwi. Alwi mengaku diberitahu akan diganti oleh Presiden menjelang pengumuman resmi. "Kalau saya diberitahu, H-1 pengumuman resmi," kata mantan Ketua Umum DPP PKB itu.
(lh/asy)











































