Ginandjar: DPD Tak Pernah Bahas Usulan Reshuffle
Senin, 30 Apr 2007 15:04 WIB
Jakarta - Mencuatnya nama-nama dari anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang diusulkan masuk dalam kabinet hasil reshuffle diklarifikasi oleh Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita. Menurutnya, nama-nama itu usulan masing-masing anggota DPD dan bukan keputusan resmi DPD."Setahu saya tidak ada dalam rapim soal itu. Di rapat-rapat juga belum ada, tapi itu sah-sah saja kalau anggota yang mengusulkan," kata Ginandjar kepada wartawan usai pelantikan anggota DPD baru di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/4/2007).Menurut eks Kepala Bappenas ini, reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. Namun jika dalam reshuffle ini presiden mempertimbangkan calon dari daerah itu adalah hal yang baik. "Kalau dari DPD mereka kan datang dari profesional. Kedua, mereka mewakili daerah. Ketiga, dia tokoh politik. Kalau dipertimbangkan baik-baik saja," cetusnya.Saat ditanya apakah SBY pernah bicara dengannya terkait reshuffle, Ginandjar membenarkan hal itu. Namun dia tidak akan menyampaikannya kepada publik. "Ya saya pernah diajak. Tapi hanya normatif saja, kalau nama-nama nggak tahu saya," kilahnya.Kemarin, DPD alias lembaga para senator ikut latah meminta jatah kursi di kabinet."DPD adalah sebuah lembaga yang harus diperhitungkan SBY dalam reshuffle kabinet. Dan kita telah mengusulkan orang-orang terbaik untuk dijadikan menteri," kata Wakil Ketua DPD Laode Ida.Tidak sekadar basa-basi, 4 nama pun telah disiapkan DPD. Mereka yakni anggota DPD asal Bengkulu Bambang Suroso yang diusulkan oleh 30 anggota DPD, Wakil Ketua DPD Irman Gusman, yang juga anggota DPD asal Sumatera Barat, anggota DPD asal NTB Harun Al Rasyid, dan Sekjen DPD Siti Nurbaya.
(mar/nrl)











































