Kontrak Politik Ditolak Calon Rektor, Mahasiswa UGM Walk Out

Kontrak Politik Ditolak Calon Rektor, Mahasiswa UGM Walk Out

- detikNews
Senin, 30 Apr 2007 12:26 WIB
Yogyakarta - Sekitar 100 mahasiswa UGM tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Draf kontrak politik yang mereka sodorkan kepada lima calon rektor ditolak mentah-mentah. Mereka pun walk out dari ruang dialog terbuka calon rektor UGM.Peristiwa itu terjadi sekitar 11.00 WIB, Senin (30/4/2007). Sebelumnya, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa UGM Agung Budiono yang menjadi panelis menyodorkan draf kontrak politik.Draf itu berisi antara lain, calon rektor harus mendukung tuntutan mahasiswa merealisasikan jajak pendapat dari 5 calon rektor menjadi 3 calon.Draf kontrak politik itu juga meminta rektor berjanji memenuhi tuntutan mahasiswa menurunkan SPP dan biaya operasional pendidikan.Rektor UGM mendatang juga diminta bersedia mempublikasikan laporan keuangan universitas. Rektor juga diminta bersedia tidak mengingkari janji. Mahasiswa juga minta mereka dilibatkan dalam pemilihan rektor.Sayang kelima calon rektor tidak bersedia menandatangani kontrak politik itu. Kelima calon rektor itu, pertama, Dr Ir Bambang Setiadi MSc dari Fakultas Pertanian. Dia juga merupakan staf ahli Menteri Pertanian.Kedua, Prof Dr dr Herdyanto Sugono, spesialis kulit dan kelamin yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Umum. Ketiga, rektor yang masih menjabat yakni Prof Dr Sofian Effendi.Keempat, Prof Dr Sudarmadji dari Fakultas Geografi. Dan kelima, Prof Sudjarwadi PhD dari Fakultas Teknik.Penolakan itu membuat sekitar 100 mahasiswa yang menyaksikan dialog kecewa. Mereka kemudian meninggalkan Gedung Graha Saba Pramana, tempat dialog terbuka digelar.Mereka kemudian melakukan orasi di depan pintu masuk gedung. Dalam aksinya, mereka menilai kelima calon rektor tidak demokratis.Menanggapi aksi ini, Rektor UGM Sofian Effendi yang kembali mencalonkan diri dalam pemilihan rektor, menyatakan kecewa dengan cara-cara yang dilakukan mahasiswanya.Dia menilai dialog terbuka yang digelar sudah mewadahi mahasiswa untuk menyalurkan aspirasinya. (umi/nrl)


Berita Terkait