TNI AU Dapat Keuntungan dari DCA RI-Singapura
Senin, 30 Apr 2007 12:15 WIB
Jakarta - TNI AU memperoleh keuntungan dari penandatanganan Defence Cooperating Agreement (DCA) RI-Singapura. Indonesia dapat menggunakan peralatan canggih yang dimiliki Singapura."Ada juga keuntungan yang bisa kita manfaatkan yaitu peralatan elektronik yang selama ini terhenti," kata Wakil Kepala Staf AU Marsekal Madya Wresni Wiro.Hal itu disampaikan Wresni usai panen raya sawah percontohan di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (30/4/2007).Wresni mengatakan, fasilitas elektronik canggih yang bisa dimanfaatkan antara lain berupa Air Combat Manuver Range (ACMR) dan Air Weapon Range (AWR)."Untuk ACMR ini kita akan perbaiki dan instal kembali," ujarnya.Menurut Wresni, selain fasilitas itu, batas wilayah kedua negara juga sudah diatur secara detil dalam klausul perjanjian itu. Seperti misalnya mengenai ketinggian pesawat, koordinat dan berapa kali pesawat bisa terbang.Meski begitu, TNI AU tetap mengawasi kegiatan di Militery Training Area (MTA) I dan MTA II.Sementara itu Panglima Komando Operasi AU I Marsekal Muda Ganjar Wiranegara mengatakan, walau sudah ditandatangani kedua negara, wilayah MTA I yang meliputi sekitar Pangkal Pinang dan MTA II di sekitar Natuna dan Natuna Selatan, belum bisa dibuka. Hal itu karena perlu pembicaraan lebih lanjut antar kedua angkatan."Fasilitas di Pekanbaru juga belum bisa dibuka, setelah DCA dihentikan tahun 2003 kita ingin melihat payung hukumnya dulu," ujarnya.Sebenarnya kerjasama DCA sudah ada sejak tahun 1980-an. Namun dihentikan tahun 2003 karena Indonesia ingin menawar mengenai perjanjian ektradisi."Karena kita sekarang sudah ada ekstradisi, maka kita beri manfaat MTA I dan MTA II tapi itu ada batas-batasnya," kata Ganjar.
(ken/nrl)











































