Presiden SBY Harus Bersuara Keras Soal Myanmar
Minggu, 29 Apr 2007 16:27 WIB
Nusa Dua - Kepala pemerintahan di ASEAN dikritik karena dinilai tidak berani menegur junta militer di Myanmar. DPR meminta Presiden SBY angkat bicara.Demikian disampaikan Ketua Kaukus Parlemen untuk Myanmar, Djoko Susilo, usai forum Kaukus Inter Parlemen ASEAN untuk Myanmar dalam sidang IPU di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Minggu (29/4/2007)."Paling tidak bicaralah mengenai nasib Myanmar dan anggota parlemen yang masih ditahan oleh rezim," ujar Djoko Susilo.Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dinilai Djoko bisa bertindak keras untuk menekan Myanmar menegakkan demokrasi dan HAM. DPR mengusulkan aset-aset ekonomi Myanmar di luar negeri dibekukan, selain juga rawan pencucian uang."Bisa resolusi atau pernyataan melalui DK PBB," imbuh anggota Komisi I DPR ini.
(fay/nrl)











































