Serka Sukamto Ditemukan Tewas di Tengah Laut
Minggu, 29 Apr 2007 16:02 WIB
Cilacap - Serka Sukamto, anggota TNI AL yang dinyatakan hilang, akhirnya ditemukan tewas. Jenazah Sukamto ditemukan sekitar 2 mil dari Pantai Rawajarit, Desa Kesugihan, Menganti, Cilacap, Jawa Tengah.Jenazah Sukamto kini telah terbujur kaku di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap, Jalan Gatot Subroto No 28, Cilacap, Minggu (29/4/2007).Kejadian ini bermula ketika kapal Intan II yang dipakai anggota Tim Survei TNI AL berangkat dari Pelabuhan PLTU Cilacap dengan ABK 9 orang, termasuk Sukamto, untuk melaksanakan pencarian serta pembersihan ranjau laut. Kapal Intan II adalah kapal milik nelayan yang disewa TNI AL. Rombongan berangkat pada 28 April pagi.Namun pada saat berlayar ke arah barat perairan Rawajarit, Cilacap, kapal tersebut terhantam ombak besar pada lambung kiri dan langsung terbalik.Saat musibah terjadi, Sukamto langsung pingsan karena terbentur pecahan kayu. Kapal lalu tenggelam dan menghilang. Sementara 8 orang lainnya berhasil selamat setelah memegang bagian perahu yang terbalik.Setelah hampir 24 jam dinyatakan hilang, Sukamto ditemukan pada pukul 07.00 pagi tadi oleh nelayan setempat. Jenazahnya ditemukan 2 mil dari pantai Rawajarit dan langsung dilaporkan kepada Tim SAR. Jenazah lalu dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi.Jenazah Sukamto langsung dimandikan dan dikafani di ruang jenazah RUSD Cilacap. Selanjutnya jenazah dimasukkan peti dan disemayamkan di Aula Lanal Cilacap, Jawa Tengah.Mayat Sukamto diterbangkan dari Bandara Tunggulwulung, Cilacap, pukul 13.00 WIB menuju kampung halaman korban yaitu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonosalam, Demak, Jawa Tengah.Komandan Pangkalan Angkatan Laut Cilacap Kolonel Laut Sukarjo mengaku kecewa saat jenazah Sukamto ditolak dibawa ke Rumah Sakit Pertamina Cilacap tanpa alasan yang jelas. Hal ini membuat berang Sukarjo dan dia akan melaporkan kasus tersebut kepada polisi.Sementara itu, bangkai kapal Intan II yang berada di tepi pantai Rawajarit langsung dibongkar oleh nelayan setempat. Pembongkaran kapal dilakukan karena kapal Intan II dinilai tidak layak untuk diperbaiki lagi.
(mar/nrl)











































