Komunitas Tari ISI Solo Menari 24 Jam untuk Peringati Hari Tari

Komunitas Tari ISI Solo Menari 24 Jam untuk Peringati Hari Tari

- detikNews
Minggu, 29 Apr 2007 12:56 WIB
Solo - Memperingati Hari Tari Internasional, para penari di Solo melaksanakan acara yang cukup unik yaitu menggelar tarian selama 24 jam tiada henti. Acara ini didukung tidak kurang dari 1.500 orang penari, yang sebagian besar adalah para dosen dan mahasiswa di Jurusan Tari ISI Surakarta.Acara menari 24 jam itu dimulai Minggu (29/4/2007) sejak pukul 06.00 WIB dan akan selesai pada Senin pukul 06.00 WIB besok. Lokasi pergelaran seluruhnya berada di kompleks ISI Surakarta, baik di lokasi terbuka maupun di lokasi tertutup (gedung).Ketua panitia, Dwi Wahyudiarto, mengatakan sebagian besar pendukung acara itu adalah civitas akademika di Jurusan Tari ISI Surakarta dan alumninya. "Sekitar seribu orang antara lain dosen, mahasiswa dan juga alumni Jurusan Tari ISI Surakarta. Sedangkan penari ISI dari luar sekitar 500 orang," ujarnya.Yang dimaksud penari dari luar oleh Wahyu, adalah dari sejumlah daerah baik dari sanggar, padepokan, komunitas, perguruan tinggi yang memiliki mengajarkan seni tari maupun utusan dari provinsi di luar Jawa yang selama ini menjalin hubungan baik dengan ISI Surakarta. Selain itu hadir pula para penari dari luar negeri.Di antara 1.500 pendukung acara, salah seorang di antaranya benar-benar akan menari selama 24 jam tanpa henti. Dia adalah Eko Supendi. Eko Phebo, demikian dosen Jurusan Tari ISI Surakarta itu biasa dipanggil, mengatakan tekad itu didorong oleh komitmennya terhadap dunia tari yang telah digelutinya sejak kecil.Batalkan MURISemula panitia acara berencana mencatatkan prestasi itu ke Museum Rekor Indonesia (MURI). "Namun beberapa hari menjelang acara, pihak MURI berkirim surat kepada kami yang intinya minta uang untuk pencatatan rekor itu. Kami pilih mundur karena tidak memiliki dana untuk itu," ujar Budi, Humas Panitia.Selain itu panitia juga gagal menjalin kerjasama dengan Pemkot Surakarta. Menurut Budi, semula Pemkot Surakarta menyatakan sanggup berpartisipasi dalam acara itu berupa dukungan dana untuk operasional acara. Karena telah sepakat maka panitia menyantumkan logo Pemkot Solo disetiap media publikasi acara."Belakangan Pemkot tidak memenuhi kesanggupan itu. Pemkot justru memberikan dana yang semula dialokasikan kepada kami untuk mendanai sebuah acara yang diselenggarakan sebuah event organizer yang juga dikaitkan dengan peringatan Hari Tari Internasional," lanjut Budi. (mbr/nrl)


Berita Terkait