PDIP Surabaya Sangkal Serobot Lahan Warga
Minggu, 29 Apr 2007 12:33 WIB
Surabaya - Demo warga yang menolak pembangunan kantor PDIP Surabaya di Jl Jemur Andayani Gg XVIII Siwalankerto dinilai karena salah paham. PDIP Surabaya membantah telah menyerebot tanah warga perumahan."Setelah kita kasih pengertian akhirnya mereka mengerti, ada miscommunication saja," kata Ketua PDIP Surabaya Saleh Ismail Mukadar kepada wartawan disela-sela peletakan batu pertama calon kantornya, Minggu (29/4/2007).Saleh juga menambahkan jika lahan seluas 1.860 meter persegi yang ditempati kantor PDIP Surabaya ini adalah lahan komersial dan lahan fasilitas umum."Bukan lahan fasilitas sosial seperti yang dituduhkan," tandas Saleh yang mengaku pihaknya sudah mengantongi dokumen lengkap perizinan dari Pemkot Surabaya ini.Bagi Saleh, apabila lahan komersil dan fasum itu adalah kewenangan pemerintah untuk pemanfaatannya. "Ya terserah pemerintah kalau lahan fasum," katanya.Soal izin ke warga? "Kalau kita bangun pabrik harus izin warga, kita bikin gedung kok dan perlu di ingat ini bukan lahan fasiltas sosial," jawab mantan Manajer Persebaya itu.Sebaliknya, Saleh menuding demo warga ini dipicu dengan persoalan lain, yaitu masalah kesemrawutan lalu lintas di lingkungan warga akibat adanya sekolah di lingkungan setempat."Warga setiap hari diganggu aktivitas sekolah Petra yang rata-rata muridnya membawa mobil. Warga khawatir akan semakin susah nantinya dengan adanya kantor PDIP. Padahal tidak," katanya.Padahal kata Saleh, nantinya PDIP akan membangun jembatan sendiri agar tidak terjadi kepadatan lalulintas.
(gik/mar)











































