Kematian Balita Akibat Diare 19 %
Sabtu, 28 Apr 2007 17:41 WIB
Jakarta - Rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia mencuci tangan pakai sabun salah satu menjadi penyebab penyakit diare. Berdasarkan penelitian, sebanyak 19 persen penyebab kematian balita di Indonesia disebabkan karena diare."Diare membunuh anak-anak! 19 persen kasus kematian balita di Indonesia disebabkan karena diare," kata Afroza Ahmed, water and environmental sanitation specialist Unicef Indonesia, di sela-sela launching program Gerakan Nasional Cuci Tangan Pakai Sabun di SD Percontohan Manggarai 01 Pagi, Jakarta Selatan, Sabtu (28/4/2007) malam.Afroza menuturkan, diare dapat dicegah dengan cara mudah seperti mencuci tangan dengan menggunakan sabun. "Sebuah studi mengatakan mencuci tangan dengan sabun dapat mengurangi resiko terkena diare sampai 45 persen pada balita," katanya.Ia menambahkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk mencuci tangannya dengan sabun masih sangat rendah. Hanya sekitar 5 persen orang yang sadar akan pentingnya mencuci tangan karena alasan kesehatan. "Selebihnya mencuci tangan jika merasa tangan mereka bau," katanya.Sedangkan di pedesaan lebih buruk lagi. Warga pedesaan tidak terbiasa mencuci tangan dengan sabun sebelum makan. "Mereka tidak menyukai bau sabun dan berpendapat mencuci tangan cukup memakai air saja," tukasnya.Unicef awal tahun ini melakukan survei di Yogyakarta. Hasilnya hanya 27 persen anak sekolah yang mencuci tangannya saat beristirahat. Penelitian juga mendapati hanya 55 persen sekolah yang memiliki fasilitas untuk cuci tangan dan hanya 9 persen sekolah yang menyediakan sabun untuk cuci tangan."Sementara di Aceh, hanya 14 persen ibu-ibu yang mencuci tangan setelah pergi ke toilet atau mengganti popok bayinya," tukasnya.
(mar/mar)











































