Tanggul Penahan Lumpur Kritis

Tanggul Penahan Lumpur Kritis

- detikNews
Sabtu, 28 Apr 2007 13:41 WIB
Jakarta - Tanggul penahan lumpur utama yang berada di Desa Besuki dan Desa Pejarakan Kecamatan Jabon, Sidoarjo kondisinya kritis. Badan tanggul yang berada di kolam penampungan (pond) sudah retak-retak.Selain itu, tanggul utama yang jebol 2 hari lalu hingga Sabtu (28/4/2007) ini, belum berhasil dikendalikan. Apabila itu tidak segera ditangani, luberan luapan lumpur bakal meluap menggenangi desa-desa sekitar di Kecamatan Jabon dan Porong yang sebelumnya juga sudah ditenggelamkan . Lambatnya penanganan tanggul ini dikarenakan beberapa hari terakhir truk-truk pengangkut sirtu kurang lancar karena ada aksi demontrasi warga di Jalan Raya Porong. Sehingga pasokan sirtu untuk menutup tanggul terlambat. "Tanggul belum bisa diperbaiki. Masalahnya pasokan sirtu ke lokasi tanggul yang jebol terhambat karena ada demo kemarin," kata Deputi Operasi Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Soffian Hadi kepada detikcom, Sabtu (28/4/2007). Akibat belum diperbaikinya tanggul di sekitar pusat semburan, kondisi kolam penampungan IV dan V Desa Besuki saat ini semakin kritis. Ketinggian lumpur yang berada di kolam tersebut nyaris menyentuh bibir tanggul. Jaraknya lumpur di pond V hanya berkisar 15 centimeter dari bibir tanggul. Sedangkan di Pond IV di titik 38, lumpur sudah meluber ke tanggul. "Luberan itu terjadi tadi dinihari. Saya semalaman mengawasi upaya penanggulan," kata Soffian. Sementara itu, semburan lumpur dalam 2 hari terakhir volumennya semakin membesar. Itu terlihat dengan terjadinya overtopping (meluap) di tanggul di titik 44. "Sejak kemarin terjadi lumpur meluap. Pekerja semakin takut berada di sekitar pusat semburam," ungkap Rofik, seorang pekerja tanggul. Untuk menghindari meluapnya lumpur panas di sekitar tanggul utama, BPLS terus melakukan penguatan tanggul dengan menggunakan karung yang berisi pasir yang ditaruh di atas tanggul utama. (gik/mar)


Berita Terkait