Singapura Bakal Obok-obok RI

Kerjasama Militer

Singapura Bakal Obok-obok RI

- detikNews
Sabtu, 28 Apr 2007 11:21 WIB
Jakarta - Penandatangan MoU ekstradisi RI-Singapura yang dikaitkan dengan kesepakatan memperpanjang kerjasama militer kedua negara dikritik sejumlah kalangan. Mereka yakin Singapura akan semakin pongah."Kita sangat sayangkan. Kita khawatir perjanjian akan melegitimasi pesawat-pesawat Singapura yang masuk ke wilayah kita," ungkap anggota Komisi I DPR Happy Bone Zulkarnaen dalam diskusi di Plaza Semanggi, Jakarta, Sabtu (28/4/2007).Pendapat senada senada juga disampaikan Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismet Hasan P. Indonesia, menurut dia, lebih baik membatalkan perjanjian ekstradisi dengan Singapura, jika bayarannya perpanjangan kerjasama militer."Kalau ekstradisi ya ekstradisi, pertahanan ya pertahanan," tegas dia. Sebelum perjanjian ekstradisi, imbuh dia, kemampuan radar Singapura sudah mencakup sepertiga wilayah Indonesia. "Bagaimana sekarang, Singapura bisa mengaduk-aduk Indonesia. Menurut saya, pemerintah RI harus membatalkan saja ini," cetus dia.Indonesia, sambung pengamat maritim, Alman Halvas, terlalu mahal memberikan kompensasi perpanjangan kerjasama militer terhadap Singapura yang bersedia meneken perjanjian ekstradisi.Padahal RI tidak mendapat keuntungan apapun dari kesepakatan itu. "Sebelum ekstradisi ditandatangani, militer kita sudah sering melakukan latihan pertahanan dengan Singapura di perairan Indonesia. Jadi ini hanya legitimasi saja," tegas dia. (umi/mar)


Berita Terkait