19.000 Napi Menanti Eksekusi Mati
Sabtu, 28 Apr 2007 00:08 WIB
Roma - Eksekusi hukuman mati jauh menurun di tahun 2006, yakni hanya 1.591 orang. Namun sampai akhir tahun 2006, 19.000 narapidana berada dalam barisan hukuman mati.Berdasarkan laporan Amnesty Internasional yang dilansir AFP, Jumat (27/4/2007), eksekusi mati terbanyak pada 2006 masih dipegang Cina. Pada 2006, Cina mengeksekusi mati 1.051 orang."Walaupun angka yang sebenarnya dipercaya sekitar 7.000 sampai 8.000 orang," ungkap Amnesty.Setelah Cina, Iran merupakan negara kedua terbesar melakukan eksekusi mati. Dengan eksekusi mati mencapai 177 orang, Iran mengalahkan Pakistan yang mencapai 82 orang, Irak dan Sudan yang paling sedikit 65 orang, dan Amerika Serikat (AS) dengan 53 hukuman mati di 12 negara bagian.AS merupakan satu-satunya negara di benua Amerika yang masih melakukan eksekusi hukuman mati sejak 2003. Di Afrika, 4 negara sudah menghilangkan hukuman mati tahun 2006 lalu. Sementara di Eropa, tinggal Belarusia saja yang masih menggunakan hukuman mati."Hanya Asia dan Timur Tengah yang sebagian besar belum terpengaruh oleh kecenderungan global untuk membuang hukuman mati," ujar laporan Amnesty itu.Lebih dari 7.000 orang masuk dalam daftar hukuman mati di Pakistan dan 3.250 pria dan 50 wanita di AS pada akhir 2006."Diperkirakan jumlah orang yang sedang menantikan saat negara mengambil nyawa mereka adalah antara 19.000 sampai 24.000 pada akhir 2006," jelas laporan itu lagi.Banyak dari yang menunggu eksekusi hukuman mati di Jepang berumur antara 75-81 tahun. "Ironi hukuman mati adalah mayoritas terpidana tidak akan pernah dieksekusi dan hukuman seumur hidup saat menunggu eksekusi ini adalah contoh lain kekejaman hukuman mati ini," tandas laporan Amnesty.
(aba/aba)











































