Belanda Juga Berencana Menangkap dan Menyimpan CO2

Belanda Juga Berencana Menangkap dan Menyimpan CO2

- detikNews
Jumat, 27 Apr 2007 23:50 WIB
Den Haag - Belanda berpendapat bahwa penyimpanan CO2 dalam tanah sudah sangat mendesak demi mencegah pemanasan global lebih lanjut.Hal itu dikemukakan Sekretaris Negara untuk Urusan Lingkungan Pieter van Geel berkaitan dengan pencanangan target Uni Eropa untuk mengurangi emisi CO2."Kami mempunyai pengalaman dengan ladang-ladang gas yang muncul 300 juta tahun lalu dan hingga sekarang masih tetap eksis. Lagipula tidak masalah, jika CO2 lepas dari tempat penyimpanan bawah tanah di bawah laut," ujar Van Geel menanggapi Italia dan Ceko yang mengkawatirkan CO2 akan bocor ke kawasan pemukiman.Namun demikian, Van Geel mengakui bahwa masih diperlukan banyak penelitian dan diperlukan waktu sekurangnya 7 atau 8 tahun sebelum CO2 betul-betul dapat ditangkap dan disimpan. Namun dia menegaskan bahwa metode ini tidak bisa tidak dan sebuah keniscayaan.Emisi CO2 terutama bisa dikurangi di sektor energi, industri dan transportasi. Dalam disertasi Kay Damen disebutkan bahwa emisi CO2 pada 2020 dapat dikurangi hingga 15 juta ton dengan cara menangkap gas karbon tersebut pada pembangkit listrik yang baru dibangun.Lagipula pembangkit listrik yang saat ini sudah ada dapat dilengkapi dengan instalasi penangkap CO2. Sayangnya biaya instalasi ini relatif cukup tinggi.Pada 2050 potensi reduksi CO2 diperkirakan mencapai 60 hingga 84 juta ton per tahun untuk skenario di mana produksi energi listrik meningkat dua kali lipat. Reduksi emisi CO2 antara 80 hingga 110 juta ton setara dengan setengah dari emisi CO2 saat ini.Dengan menampung CO2 pada proses industri, emisi gas karbon tersebut dapat dikurangi lagi hingga 16 juta ton per tahun. Jika semua mobil menggunakan bahan bakar hidrogen (H) atau disel sintesis dari bahan bakar fosil dengan dilengkapi penangkap CO2, maka emisi CO2 dapat ditekan lagi hingga 10 juta ton per tahun.Untuk produksi hidrogen dalam sektor transportasi, Damen telah meneliti keuntungan dan biaya dari pusat membran reformer yang diperlukan. Ia juga menghitung antara lain biaya pipa yang dibutuhkan untuk menyalurkan CO2 ke tempat penampungan di bawah tanah. Teknologi ini memungkinkan untuk menampung CO2 dengan biaya relatif rendah. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads