Petani Ditembak karena Diduga Merusak Eskavator PT PSM

Petani Ditembak karena Diduga Merusak Eskavator PT PSM

- detikNews
Jumat, 27 Apr 2007 23:13 WIB
Palembang - Seorang petani bernama Muhammad (35) ditembak seorang karyawan PT Persada Sawit Mas (PSM) karena diduga terlibat perusakan eskavator PSM. Namun tindakan main hakim sendiri itu tidak diusut polisi dan malah Muhammad bersama 2 rekannya ditahan.Penembakan tersebut terjadi ketika aparat polisi dan karyawan PT PSM menangkapsejumlah warga Desa Rambai, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, antara 25 April 2007 malam hingga 26 April 2007 dini hari.Selain Muhammad, seorang warga bernama Muris (45), disiksa sejumlah polisi ketika dibawa ke dalam sebuah mobil. Sementara petani lainnya yang ditangkap bernama Roni (49) tidak mengalami penembakan atau pemukulan. Ketiganya kini ditahan Polres OKI. Penembakan terhadap Muhammad, berdasarkan saksi mata, dilakukan oleh karyawan PT PSM yang bernama Darman. Sehingga, atas tindakan main hakim sendiri itu, sebuah LSM berniat melakukan protes. "Pertama kita protes. Dan, kini kami tengah mempersiapkan berkas untukmempraperadilankan polisi," cetus Tarech Rasyid dari Centre for Human Rights Defender (CHRD) kepada detikcom, usai menerima laporan Nursiha (30), saudara Muhammad, di sekretariat Walhi Sumsel, Bukitkecil, Palembang, Jumat (27/04/2007) malam.Menurut Tarech, penangkapan, penyiksaan, dan penembakan ketiga petani tersebutselain melanggar HAM, juga melanggar hukum."Berdasarkan keterangan yang kami terima dari sejumlah saksi yang mengadukan persoalan tersebut, polisi saat menangkap tidak menunjukkan surat penangkapan," kata Tarech. "Kami juga akan melayangkan surat ke Presiden SBY," tambah Tarech. Sebagai informasi, warga Desa Rambai dan sejumlah desa di Kecamatan Pangkalan Lampam, OKI, bersengketa lahan dengan PT PSM. Beberapa kali para petanimelakukan unjukrasa, baik ke kantor pemerintah maupun kantor legislatif, tapipersoalan tak kunjung selesai. Terakhir, para petani melakukan unjukrasa di lokasi PT PSM pada 24 April 2007 lalu. Saat berunjukrasa, tiba-tiba sebuah eskavator milik PT PSM dirusak massa yang tidak dikenal."Pelaku pengrusakan bukan pengunjukrasa. Ini jelas sebuah rekayasa buat menyudutkan petani," tandas Tarech. (tw/aba)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads