Cegah Perubahan Iklim, Indonesia Akan Tangkap dan Simpan CO2

Cegah Perubahan Iklim, Indonesia Akan Tangkap dan Simpan CO2

- detikNews
Jumat, 27 Apr 2007 23:05 WIB
Den Haag-Oslo - Salah satu upaya mencegah perubahan iklim adalah dengan menangkap dan menyimpan gas CO2. Dengan bantuan Norwegia, Indonesia akan mempelajari penerapan ke arah itu.Hal itu disampaikan Staf Khusus Menneg LH Agus Purnomo kepada detikcom melalui saluran telepon, Jumat (27/4/2007). Agus mendampingi Menneg LH dalam rangkaian kunjungan kerja di Oslo, Norwegia selama dua hari (26-27/4) yang berakhir hari ini.Menurut Agus, salah satu dari hasil kunjungan kerja tersebut kedua pihak dalam waktu dekat akan menggelar workshop (lokakarya) untuk mempelajari kemungkinan penerapan metode penangkapan karbondioksida (CO2) dan menyimpannya. Metode ini terutama akan diterapkan pada pertambangan gas dan minyak.Di samping itu, juga akan digelar lokakarya untuk mempersiapkan kegiatan greenhouse gases assessment (penilaian gas rumah kaca) untuk lahan gambut, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta bentuk penggundulan hutan lainnya di Indonesia."Lokakarya tentang penangkapan dan penyimpanan gas emisi CO2 akan diselenggarakan di Norwegia, sedangkan lokakarya tersebut kedua akan digelar di Indonesia. Dari lokakarya itu akan dibuat proposal kerjasama rinci yang akan dibiayai Norwegia," kata Agus.Sementara itu Staf Ahli Menteri LH untuk Kerjasama Internasional Liana Bratasida kepada detikcom menambahkan bahwa kegiatan pelatihan dalam konteks mekanisme pembangunan bersih lingkungan secara khusus diberikan, karena komitmen kuat Norwegia pada isu perbuahan iklim."Konkritnya nanti mengembangkan proyek sampai badan eksekutif, untuk sektor seperti pupuk, semen dan kertas (industri yang beban lingkungannya cukup besar, red). Yang kedua adalah pembangunan kapasitas. Norwegia nanti bersedia membeli sesuai produce agreement," ujar Liana.Dikatakan, bahwa Norwegia betul-betul komit untuk membantu Indonesia. "Bagaimana penanganan penangkapan CO2 dan penyimpanannya, bagaimana lahan gambut harus dijaga, semua itu menunjukkan Norwegia punya komitmen tinggi terhadap isu perubahan iklim," demikian Liana.Dalam hal ini kedua pihak menaruh perhatian sangat besar terhadap perubahan iklim dunia, yang kini menjadi agenda mendesak untuk ditangani bersama. Sebelumnya presiden SBY mengatakan, bahwa Indonesia bisa kehilangan sekitar 2000 pulau jika perubahan iklim tidak segera ditangani. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads